Just Another Blogger

Friday, June 16, 2017

Berkarya sekaligus membantu sesama dengan Asus E202

Lomba Blog UniekKaswarganti.com

Mungkin menurut banyak orang menjadi blogger dengan niche pemrograman itu hal yang mudah. Tinggal cari source code di internet, dicopas. trus share ke blog.

Nggak perlu bikin gambar atau video yang menarik, bahkan nggak perlu nulis dengan kata-kata indah yang membuai hati sanubari para pembaca yang budiman. 
Cukup buat judul dan link download saja. Publis trus dishare, Just simple like that? Lha sampeyan mau bikin blog atau laman download?


Yang namanya blogger apapun nichenya tetap harus ada unsur komunikasi dengan pembaca dan mendidik, minimal mendidik diri sendiri untuk menulis yang enak dibaca orang lain. Lagi pula kalau cuma share, saya curiga jangan-jangan cuma share code orang. Kalau keterangan dan prolog aja malas bikin, apalagi source code yang lebih membutuhkan pemikiran yang mendalam sedalam samudra.  
Meskipun source code yang kita share tidak memiliki hak cipta dan boleh dipublikasikan, seharusnya kita tetap menghargai orang yang sudah bersusah payah membuat kodenya.

Dari awal membuat blog, saya tidak pernah berfikir untuk membuat tema pemrograman di blog ini, bahkan kalau dilihat-lihat,  tulisan tentang pemrograman di blog ini baru sedikit.

Alasan awalnya karena iseng. Kemudian ada permasalahan ketika saya diharuskan mengkoneksikan visual basic 6 ke web service. Saya yakin teman-teman seprofesi memiliki permasalahan yang sama.   For your information (ceileee) Visual basic 6 sudah berumur 20 tahun dan sekarang sudah tidak dikembangkan lagi.
Padahal teknologi informasi selalu dan terus berkembang. Dan tuntutan dunia pemrograman saat ini mengharuskan aplikasi pada suatu instansi dapat saling terkoneksi antara satu instansi dengan instansi lainnya. Hal ini menuntut programmer visual basic 6 untuk bisa mengikuti perkembangan dunia digital.

Berkembangnya teknology informasi saat ini membuat sebuah aplikasi dapat berhubungan atau bertukar data dengan aplikasi lain melalui WEB API. Dan tentu saja teknologi WEB API saat ini berbeda dengan teknologi WEB API ketika Visual Basic 6 tercipta.

Sebagai programmer visual basic 6 yang lumayan peduli dengan sesama. Saya pun berinisiatif mengabadikan proses kreatif saya pada bridging dengan aplikasi SEP BPJS dan aplikasi E-Klaim INACBG pada blog saya. Harapannya tentu saja untuk membantu teman-teman programmer yang berkecimpung di Sistem Informasi Rumah Sakit dan masih menggunakan visual basic 6 dan teman-teman seangkatannya (power builder, delphi dll) yang kesulitan dalam melakukan koneksi dengan Aplikasi pihak ketiga (BPJS, E-Klaim).

Sedikit bocoran nih, untuk memboost kemampuan Visual Basic 6 biar kekinian adalah dengan mengcombine Visual Basic 6 dengan bahasa pemrograman yang lain.
Salah duanya adalah PHP dan Visual Basic.net.

Namun tidak berhenti disitu. Tidak cukup hanya mengshare kode program lalu tugas anda,eh tugas saya sudah selesai. Tugas lain masih ada, yaitu membantu teman-teman yang tertarik dengan source code saya untuk diimplementasikan di sistem mereka.

Untuk membantu mereka kadang saya harus melakukan proses debugging untuk membantu mencari bug atau masalah kenapa aplikasi itu tidak berjalan di sistem mereka. Padahal untuk melakukan itu saya butuh komputer yang mumpuni. Belum lagi karena saya tidak 24 jam berada didepan komputer, sehingga kebutuhannya bukan hanya komputer. Namun juga laptop supaya bisa membantu dimana saja dan kapan saja.

"Memiliki laptop yang canggih dan tahan lama adalah salah satu keharusan yang harus saya miliki saat ini"

Sehingga saya bisa membantu kapan saja dan dimana saja dan yang paling penting bisa diinstall bahasa pemrograman lain yang dipakai oleh orang yang ingin mengimplementasikan source code saya. Nggak lucu dong kalau saya ditanyain, "Mas caranya ngakses gimana?" atau "Mas, aku nyoba kok error?" Trus saya jawab "Di Tempatku bisa kok, itu kamunya aja yang nggak bisa make!".
Katanya mau membantu, ya harus bantu dong! Masak njawabnya gitu, loe ikhlas nggak sih?
Betul saudara-saudara?

Dari sekian pilihan, ditimbang dari segi spesifikasi baik spesifikasi hardware, software dan jumlah rupiah didompet. Pilihan saya jatuh pada ASUS E202 seperti gambar dibawah ini.




Kenapa ASUS E202

Ada beragam alasan untuk ganti laptop, namun hanya satu alasan kenapa saya ingin ASUS E202. Harganya terjangkau dengan spesifikasi mumpuni untuk tugas-tugas keseharian. Apalagi ASUS selalu memberikan bundle menarik pada tiap produknya. Dahulu sekali ketika saya masih kuliah, saya suka dengan product motherboard ASUS. Karena saya selalu menemukan bundle dan teknologi menarik di paket penjualannya, entah itu software atau hardwarenya. Saat ini saya memakai handphone ASUS yang sekali lagi sangat saya suka. Paket UI dan softwarenya benar-benar bermanfaat dan lebih bagus dari aplikasi bawaan android. Kembali lagi ke ASUS E202. ASUS membekali produknya ini dengan beragam teknologi original dari ASUS. berikut ini beberapa hal yang saya tahu dari ASUS E202:

Hadir dengan Windows 10 dan DOS

Laptop ini secara default sudah terinstall windows 10, jadi saya nggak perlu khawatir kalau mau bawa laptop ini ke bandara. Windows 10 memiliki banyak keunggulan di sektor grafis dan multimedia. Selain itu windows 10 ada sistem operasi komputer terkini yang sangat canggih. Dan tentu saja dukungan untuk programmer seperti saya juga sangat bagus. Di windows 10 sudah terinstall .net frame baik yag versi 4.5 maupun versi sebelumnya (.net 3.5). Dengan laptop ini. Saya bisa dengan membuat aplikasi dengan nyaman. Karena bahasa pemrograman dan sistem operasinya sama-sama produk dari Microsoft. Atau mungkin kamu tidak suka sama Windows, kamu bisa membeli yang tanpa Windows 10. 





Desain Kompak dan Ringan


Dengan bobot hanya 1.21 kg tentu lebih ringan dari pada laptop yang nggak ringan (FYI laptop saya hampir 4 kilonan). Desainnya pun sangat kompak, pas disaku. CATAT : disaku notebook ya, bukan disaku celana.
dengan ukuran 193x297 mm, ukurannya nggak lebih besar dari kertas A4, apalagi A2 jauh panggang dari pada api. Nenteng notebook ini masih terlihat lebih cool dari pada nenteng buku ATLAS.

4 Pilihan Warna, Menunjukkan Personality Kamu.

4 pilihan warnanya bikin gemes ibu-ibu sebelah lho. 
Ada Black, Silk-white, Dark-Blue, Thunder-Blue dan Red-Rogue pasti bikin emak-emak kesengsem. Eh kok jadi ngomongin emak-emak?

Warna-warnanya yang eye-catching ditambah desain yang kompak. membuat kamu bisa berlama-lama menentengnya tanpa tas :).

Port Lengkap dan Melimpah

Port USB 3 tipe C

Notebook ini sudah dilengkapi USB 3 lho. USB 3 tipe C yang tersemat didalamnya membuat proses transfer dari flashdisk ke notebook jadi makin cepet. USB 3 tipe C ini memiliki kecepatan 11x lipat dari USB 2.0 lho.

Micro HDMI Port

Selain itu ada port HDMI juga, Siapa tahu dapat undangan buat ngisi seminar atau kursus. Tinggal tancepin ke monitor atau mungkin ke proyektor.

Slot MicroSD

Ini juga fitur wajib nih. Secara natural saya tetaplah blogger personal yang kadang butuh narsis dan mengaktualkan diri lewat jepretan kamera jadul saya yang belum ada wifinya. Jadi port ini sangat penting sekali buat saya. Habis jeprat-jepret tinggal tancepin memorynya di Notebook Asus E202. Trus cari tumpangan WIFI, Upload ke Instagram, Facebook, Twitter, Google+, Linkedin, Tumblir dan tidak lupa Blog!






Baterry Tahan Lama


Berapa sih daya tahan battery yang kamu mau untuk peralatan tempur kamu? Seumur Handphone? Ngimpi kali ya kalau ada laptop atau notebook yang daya tahan batterynya seumur baterry handphone. Berarti Asus E202 ngimpi juga dong, soalnya ASUS E202 bisa tahan sampai 8 jam lho. 
"Iya ngimpi soalnya kamu nggak punya". Beda cerita kalau kamu punya Asus E202 beneran. Udah nggak ngimpi lagi.
FYI Proses membuat aplikasi itu mengasikkan. Percaya atau nggak, kalau sudah ngoding, saya betah 12 jam didepan komputer tanpa berhenti. Bayangkan kalau saya pakai laptop lain yang rata-rata cuma bertahan 4 jam. Baru ngetik dikit sudah kelap-kelip.
Masih soal battery. Battery ASUS E202 bisa dicharge lewat port USB 3.1 yang ada disitu. Jadi misal battery habis dan pengen ngecas tapi tidak ada colokan listrik. Beli aja power bank buat ngecas notebooknya. Eh tapi masak 8 jam battery life masih kurang ya? hanya orang yang merasa kurang dan Tuhan yang tahu.

Intuitive Touch Screen Experience

Buat big jempolers seperti saya. Ukuran touchpad adalah segalanya. Salah satu alasan saya enggan
memakai notepad karena touchpadnya yang kecil, sekecil ukurannya. Namun itu tidak berlaku buat Asus E202. Ukuran toucpadnya 36% lebih besar dari notebook seukuran dan sejenis (11.6 inci). Seperti halnya ukuran jempol saya yang mungkin 36% dari jempol kamu.
Selain itu Touchpadya sangat responsive. Coba saja buktikan sendiri, memakai toucscreen handphone Asus dengan Touchpadnya ASUS E202. Pasti beda! ya iyalah masak touchscreen disamain dengan touchpad, kerasnya kan beda. Tapi secara tingkat responsive keduanya boleh diadu.

Asus Smart Gesture

Asus Smart Gesture itu teknologi asus yang memungkinkan kamu bisa melakukan hal-hal yang kamu lakukan di layar smartphone kamu ke touchpad. Kamu bisa melakukan zoomin, scrolling hanya dengan touchpad. Kalau udah kayak gini, mouse wireless saya yang rusak jadi nganggur deh (namanya juga rusak ya pasti nganggur :P).

Durable, Full-size chiclet keyboard

Dulu saya pernah iseng-iseng tidak berhadiah memindahkan kodingngan saya di IDE ke microsoft word. Hasilnya diluar perkiraan, ternyata barisnya bisa beratus-ratus. bisa sampai berhalam-halaman. Padahal saya ngetiknya spasinya 1 lho, nggak 1,5 kayak skripsi. So kesalahan ketik pasti banyak.

Desain full size chiclet pada keyboardnya membuat jarimu nggak bakal capek dan salah huruf waktu mengetik. Bisa dibayangkan kalau kamu harus mengetik ratusan atau ribuan kata yang itu-itu saja seperti saya. Mata sama jari di keyboard sering nggak singkron. Matanya lihat mana, huruf yang dipencet apa,  sudah nggak kekontrol lagi. Cetak-Cetuk Cetak-Cetuk pencet F5 trus Error!
dengan desain chiclet, kemungkinan untuk salah pencet huruf bisa diminimalkan. Jaraknya yang lebar membuat jari kamu bisa tahu kalau sedang nggak mencet tuts.



Desain tanpa kipas

Dengan desain tanpa kipas, membuat notebook ini jadi super manis karena tidak berisik. Desain tanpa kipas ini juga membuat notebook ini bisa tampil tipis dan slim.

Wifi terbaru 802.11ac

Wifi generasi terbaru ini menjamin koneksi wifi kamu makin ngebut. Kecepatan hardware wifi terbaru ini adalah 433 Mbps. Bandingkan dengan teknologi sebelumnya (802.11n) yang punya kecepatan 150 Mbps. Fitur ini penting banget bro. Gak lucu dong kalau harus ngolor kabel dari modem internet ke kamar.

Prosesor Intel generasi paling gress

Dipersenjatai Intel  Celeron® Dual-Core N3050 Processor, 2.16 GHz. Laptop ini punya kinerja yang lumayan. Meski bukan yang terbaik (sesuai harga om). Tapi lumayan daripada lumanyun. Tapi percayalah dengan range harga yang sama. Laptop ini tetap yang terbaik. By the way teknologi intel memiliki kinerja multitasking yang lebih baik dari produsen sebelah, cocok sekali untuk programmer atau blogger, atau programmer yang jadi blogger, Dan yang pasti prosesor ini lebih hemat daya. Ini juga salah satu rahasia kenapa battery lifenya bisa panjang.

Graphic Asus E202

Asus E202 memiliki bentang layar selebar 11.6 inchi dengan resolusi maksimal 1366x768. Resolusi
ini sama dengan monitor Asus di kantor saya yang kebetulan juga memakai komputer desktop dari Asus. Untuk mesin graphicnya tentu saja menggunakan integrated intel HD Graphic yang sudah teruji kemampuannya, membuat layar Asus E202 terlihat tajam, jernih dan bersih.

Ditambah lagi teknologi Asus Splendid dengan sistem vivid yang menjamin akurasi warna yang lebih baik. Dengan teknologi ini akurasi warna akan disesuaikan secara otomatis dengan setting display optimal untuk semua gambar, Hasilnya warna lebih kaya dan dalam. Hidup kamu nggak bakal sepi, karena kamu bisa menonton video atau melihat photo dengan nyaman.


Audio Asus E202

Urusan audio ini sangat penting buat saya. Soalnya musik itu salah satu hal wajib yang harus menemani saya berkoding on the way. Asus E202 memiliki 2 speaker yang menghadap depan alias menghadap kamu. Kamu..  iya kamu.

Teknologi Asus Sonic Master yang dikolaborasikan dengan ASUS Golden ear team menciptakan pengalaman mendengarkan musik yang menakjubkan. Kualitas suara tetap terjaga meskipun volumenya diset ke level tertinggi.

Asus Web Storage

Saya juga paling demen sama fitur yang berbau cloud-cloudtan kayak gini. Asus menyediakan 16GB web storage gratis selama 1 tahun. Lumayan bro buat backup data. dan yang pasti lebih kekinian.







Dengan semua keunggulan ASUS E202 nggak salah dong kalau saya begitu menginginkan dia menemani hari-hari saya. ASUS E202 sepertinya bisa menjadi teman koding yang mengasikkan.
ASUS E202 bisa membuat saya lebih semangat berkarya dan bisa membantu teman-teman dengan lebih maksimal. Atau mungkin ada yang mau mengundang saya presentasi. Hayuk aja lah. Nanti saya jadi yang jaga proyektor ya.


Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com






Pic Banner by uniekkaswarganti.com
Pic Produk Asus by Asus.com/id






14 comments:

  1. Ini notebook terbaik di kelasnya, mungil dan kencang kerjanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, waktu lihat harganya ternyata masuk kelas entry level. Dulu waktu main hardware sy suka motherboard asus, karena asus selalu ngasih nilai lebih ke produknya. Kualitas produknya bisa meningkat lebih bagus dari kompetitornya. Eh terima kasih sudah mampir mas, gak nyangka di di samperin mas bai ruinda

      Delete
  2. Asus selalu mengeluarkan produk terbaiknya

    ReplyDelete
  3. Wah keren banget notebook ini, kemaren saya juga membelikanya buat teman saya, kecil dan mudah di bawa kemana mana, namun tetap memiliki kinerja yang bagus. kangamir dot kom

    ReplyDelete
  4. Beliin yang biru dong, yah :) asyik kali ya, kalau bosen kerja di rumah bawa ini ke sekolah Ifa, ngetik di sana.. Kan enteng sambil gendong Affan ga masalah.. Hehe

    ReplyDelete
  5. Notebook Asus E202 emang keren deh. Desain minimalis, kualitas maximalis, apalagi harganya cukup ekonomis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul betul betul, harganya sangat terjangkau dengan fitur ala asus

      Delete
  6. Apapun profesinya, notebook Asus E202 sangat cocok untuk menunjang aktivitas ya... Good luck buat lombanya. Eh BTW saya juga ikutan loh, kuylah kepoin blog ndeso saya

    ReplyDelete
  7. artikelnya inspiratif Mas 👍

    salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih pak, semoga sy bisa selalu berkarya

      Delete