Widget HTML Atas

5 Tempat Makan Favoritku di Tembalang

Pindah dari tengah kota ke daerah pinggiran kota membuatku bingung mencari makanan favorit. Dulu aku tinggal didaerah Puspanjolo, orang Semarang pasti tahu tempatnya. 

Sekarang aku tinggal di Klipang, daerah pojok kota Semarang. Tepatnya di kelurahan Sendangmulyo kecamatan Tembalang. Pada saat awal pindah disini. Tempatnya masih lumayan sepi. Tapi setelah dibangun jembatan penghubung antara Klipang-Pucang Gading, tempat ini semakin ramai.

Di Puspanjolo mencari tempat makan favorit sangat mudah. Maklum saja, disana termasuk tengah kota  dan dekat dengan Universitas yang cukup terkenal di kota Semarang. Universitas itu bernama Dian Nuswantoro. Aku punya banyak kenangan manis dikampus itu, termasuk kisah pertemuanku dengan istriku. 

Meski tidak seramai di Puspanjolo, tapi ada beberapa tempat makan favoritku disini. Aku dan keluargaku sering sekali makan atau membeli makanan untuk dibawa pulang kerumah. 

1.  Mi Kopyok Meteseh

Dahulu kala, disuatu masa pada suatu saat ketika masih  jaman pacaran, cieee. Pacarku dulu tinggal di daerah krapyak. Ceritanya kalau pas main ke rumahnya kadang ada mi kopyok lewat dan aku sering ditraktir mi kopyok. 

Setelah pindah ke Klipang, kami sempat mencari mi kopyok yang minimal rasanya seenak mi kopyok yang sering lewat didepan rumahnya. Bahkan aku sampai browsing-browsing di internet dan sempat datang ke sebuah warung mi kopyok yang cukup terkenal. Pengunjungnya banyak dan banyak yang bermobil juga. Tapi ternyata rasanya tidak seenak yang kami bayangkan. Pulanglah kami dengan rasa sedikit kecewa. 

Tapi sebenarnya setiap kali mengantar anakku sekolah aku lewat di warung mi kopyok lho, tepatnya di Jl. Profesor Suharso pas dipertigaan menuju perumahan Emerald. Sayangnya lewatnya pagi. warungnya masih tutup. Lagi pula bentuk warungnya sederhana. 

Akhirnya aku mengajak istriku mencoba makan mi kopyok disana. Uhmm ternyata penampilan warungnya berbeda dengan kualitasnya. Rasa mi kopyoknya endes banget, top markotop. Rasa mi kopyoknya hampir sama dengan mi kopyok langganan kami dulu. Apalagi kalau ditambah dengan sambel kacang. Rasanya sedep banget. 

Buat mi kopyok Meteseh, aku memberi nilai 8 dari 10. 

2. Tahu Gimbal Blora Depan PSIS

Jangan ngaku orang Semarang kalau belum pernah makan Tahu Gimbal. Kalau ada orang semarang nggak pernah makan tahu gimbal, berarti mainmu kejauhan hehe. Tahu Gimbal menu favorit di siang yang panas. Dahulu kala, ketika masih tinggal di tengah kota. Tahu Gimbal favoritku ada didekat Toko Balad. Aku lupa nama jalannya. Tapi Tahu Gimbal disitu sangat legendaris. Warungnya jarang sepi. 

Kalau urusan Tahu Gimbal aku nggak terlalu susah mencari Tahu Gimbal yang endes seperti di dekat balad. Berdasarkan dari informasi Tanteku, aku dan istriku langsung cuss kesana, Tahu Gimbal Blora di depan perumahan PSIS.

rasa sambel kacangnya pas banget. Kacangnya kerasa sekali pedesnya pas. Gimbalnya juga enak. Aku yang punya riwayat alergi makanan laut saja sering nekat makan tahu gimbal disitu. Sehabis makan Tahu Gimbal langsung minum CTM hehe.

3. Jus di Es Potul

Es Potul adalah warung yang berada di dekat belokan jalan Klipang. Potul adalah singkatan dari Pojok Tulus. Warung ini memang berada dipojokan perumahan Tulus. Rasa jusnya pas banget. Kental dan manis. Apalagi kalau kesana bareng dia, rasanya bukan hanya manis. Tapi juga berbunga-bunga.    

4. Bakso Mawardi

Bakso Mawardi termasuk bakso legendaris di Kota Semarang. Warung Bakso Mawardi yang pertama berada di Citarum. Alhamdulilah Bakso Mawardi membuat cabang di daerah Sambiroto, cukup dekat dengan Klipang.

Soal rasa tidak perlu diragukan. Baksonya kenyal dan kerasa banget rasa dagingnya. Ditambah kuah kaldunya yang tidak terlalu kental alias bening, tapi rasanya gurih dan segar.

Selain Baksonya, kami juga suka dengan camilan disana. Terutama tahu dan lunpianya. Duh kalau makan disana, kayaknya lebih banyak makan lunpiannya daripada baksonya.

5. Mie Ayam Dan Bakso Sragen Pak Min

Mie Ayam dan Bakso Sragen Pak Min ada dijalan Fatmawati Semarang. Warung ini juga termasuk warung legendaris didaerah sini. Warungnya jarang sekali sepi. Mie Ayam dan Baksonya sama-sama enak. Tapi karena aku sudah membahas Bakso yang enak diatas, untuk nomer 5 ini aku merekomendasikan Mie Ayamnya. 

Dari berbagai pengembaraanku mencoba Mie Ayam didaerah Klipang dan sekitarnya. Mie Ayam Pak Min yang paling pas di lidah. Porsi mienya juga besar, pas banget buat aku yang buncit. Kalau kalian lewat di daerah Fatmawati Semarang, jangan lupa mampir ke Mie Ayam Pak Min.

Demikian 5 tempat makan Favoritku. Dari lima warung diatas, hanya Mie Ayam Dan Bakso Pak Min yang sekarang jarang aku kunjungi atau malah tidak pernah. Bukan karena rasanya tidak enak. Tapi karena disana selalu ramai. Warung yang lainnya kadang masih aku kunjungi kalau sepi. Kalau ramai ya mending dibungkus dibawa pulang. Stay safe ya pren. Apalagi sekarang banyak OTG (Orang Tanpa Gejala). Kita tidak tahu siapa yang terinfeksi Covid-19 dan apakah kekebalan tubuh kita kuat menahan serangan virus Covid-19. 

Terima kasih sudah mampir


  


No comments for "5 Tempat Makan Favoritku di Tembalang"