Widget HTML Atas

Tips Photography Dengan Smartphone Untuk Blogger

Banner Tips Photography Dengan Smartphone Untuk Blogger


Photography dengan smartphone sudah menjadi hal lumrah. Smartphone sudah menjadi barang wajib bagi semua orang, termasuk juga para blogger. Smartphone memberi kemudahan dalam operasional. Untuk memberikan hasil terbaik, kamu butuh tips photography dengan smartphone.

Secara kualitas gambar, smartphone jauh lebih buruk dari hasil kamera DSLR. Meski terlihat bagus dilayar smartphone, tapi sensor kamera smartphone jauh lebih kecil dari kamera DSLR. Sensor kamera smartphone jauh lebih kecil dari kamera DSLR. Bohong besar kalau ada produsen smartphone bilang hasilnya setara dengan DSLR, lha wong ukuran sensornya saja beda jauh, belum lagi kualitas lensanya. Harga lensa prime DSLR yang sejutaan masih lebih baik dari lensa kamera smartphone dengan harga 5 jutaan. Karena harga smarphone yang mahal bukan karena lensanya. 

Manfaat Photo Dalam Artikel Blog

Lebih bagus mana antara artikel tanpa photo atau dengan photo. Kualitas artikel memang tidak ditentukan dari adanya photo atau tidak. Tapi dengan adanya photo pada artikel, pengunjung bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang artikel yang ditulis. Lalu apa saja manfaat dari photo di sebuah artikel blog? Dilansir dari Webinar Marathon Coaching Growthing Part 2, beberapa manfaat photo pada artikel blog adalah sebagai berikut:

1. Melengkapi Gambaran Visual Dari Artikel 

Beberapa artikel di blog memerlukan gambaran visual, misalnya artikel travel atau makanan. Nggak lucu kan kalau kita membaca artikel tentang tempat wisata tapi tidak ada gambarnya. Bayangkan kalau di artikel itu bercerita tentang keindahan pantai dengan pasir putih dan debur ombaknya yang tinggi. Pantai dengan pasir putih dan ombak yang tinggi kan banyak. Atau misalnya kita membaca artikel tentang makanan, kan kentang banget.   

2. Menarik Perhatian Pengunjung

Mesin pencari web semakin lama semakin canggih. Bahkan mesin pencari sudah memisahkan pencarian web, gambar, video dan lain sebagainya. Aku juga sering mengunjungi sebuah web gara-gara gambar yang ingin aku cari. Misalnya aku mencari "Maerokoco", biasanya aku mencari visualnya terlebih dahulu baru artikelnya.

3. Sebagai Pembatas Antar Beberapa Paragraf Agar Tidak Lelah Saat Membaca Artikel Yang Panjang

Artikel panjang biasanya berisi lebih dari 2000 kata. Katanya Google suka dengan artikel panjang yang detail. Bayangkan kalau ada artikel panjang tanpa gambar, rasanya pasti melelahkan. Kita kan tidak sedang membaca novel, membaca artikel blog sepanjang jalan tol tanpa gambar rasanya membosankan. Masih mending jalan tol bisa melihat pemandangan. Lha ini cuma ada tulisan sepanjang jalan kenangan, bosanlah aku.

Gambar bisa digunakan untuk pembatas paragraf atau sebagai visual dari suatu topik. Dengan adanya gambar, pengunjung akan mendapat pemanis visual pelipur lara bagi mata yang lelah membaca kata. 

4. Kemungkinan artikel dishare oleh pengunjung ke media sosial lebih besar

Sebuah artikel yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung akan membuat pengunjung tidak segan-segan menshare artikel tersebut entah di sosmed atau chat. Artikel dengan gambar memiliki potensi lebih baik dari pada artikel tanpa gambar. 

Misalnya artikel tentang membangun fail over cluster SQL Server. Bayangkan kalau artikelnya isinya teks semua. Tidak ada gambar bagan alur, cara kerja dan lain sebagainya. Orang akan malas menshare. 

Beda cerita kalau artikel tersebut disertai gambar pada setiap sub bab. Misalnya pada bab cara kerja fail over cluster disertai gambar bagan mekanisme fail over cluster. Pengunjung dengan sukarela akan menshare artikel kita. 

Aku juga sering melakukan itu, daripada berbusa-busa menerangkan, mending langsung aku share artikel web tentang fail over cluster.


Mengapa Menggunakan Gambar Milik Pribadi

contoh postingan dengan gambar pribadi
photo instagram martinsetiawan27


Sebenarnya gambar yang kita sertakan dalam artikel tidak harus buatan sendiri, kita bisa menggunakan gambar yang beredar di Internet. Tapi beberapa gambar memiliki copyright, kita nggak boleh asal nyomot saja. Berikut ini alasan mengapa menggunakan gambar milik pribadi lebih baik dari mengambil gambar orang lain:

1. Tidak Khawatir Tentang Copyright

Menggunakan gambar milik pribadi kita bisa terbebas dari copyright. Ada gambar yang diperbolehkan digunakan dengan memberikan backlink. Tapi ada juga gambar yang benar-benar tidak boleh dipakai. Daripada ada tuntutan dilain hari akan lebih baik kalau kita menggunakan gambar hasil karya sendiri. Tidur terasa  lebih nyenyak.

2. Lebih Dipercaya Saat Mengulas Benda Atau Tempat

Sebagai pengunjung, aku lebih suka artikel dengan gambar yang orisinal. Misalnya bercerita tentang objek wisata atau makanan. Aku lebih suka kalau gambar tentang tempat tersebut berasal dari jepretan sang penulis. Rasanya lebih yakin kalau ada gambar si empunya. 

3. Gambarnya Tidak Pasaran

Dengan menggunakan gambar sendiri, gambar kita tidak pasaran. Selain menyenangkan dan memberikan kepercayaan ke pengunjung. Artikel kita lebih mudah mencari perhatian ketika ada netijen yang mencari gambar lewat google image. 

4. Bisa Untuk Branding

Gambar-gambar orisinal di blog kita juga bisa digunakan untuk menaikkan branding lho. Bahkan banyak blogger yang kemudian menjadi mentor photography karena karya-karya photo di blog mereka. Contoh saja salah satu blogger travel kesukaanku mas Dedy Huang. 

Sejak awal beliau membuat blog selalu menggunakan photo-photo orisinal. Kalau kalian berkunjung ke blognya, membaca artikel-artikelnya dari awal, kita bisa melihat perubahan/perkembangan gear (kamera) dan tehnik photographynya. Dari menggunakan kamera prosummer sampai akhirnya menggunakan kamera profesional. 

5. Bisa Dapat Backlink Gratis

Kalau gambar kita menarik, bukan tidak mungkin ada yang mencomot gambar kita untuk artikel mereka. Salah satu adab menggunakan konten dari tempat lain adalah dengan menyertakan kode sumber. 
Nah, bukan tidak mungkin kita bisa mendapatkan backlink dari gambar yang kita upload di artikel kita. 

Kelebihan Menggunakan Smartphone

smartphone vs handphone
Kamera vs Smartphone


Smartphone jaman now dibuat untuk memanjakan para pecinta photography instan. Kamera smartpone yang dulunya hanya satu kamera utama, sekarang bisa bertambah banyak. Ada yang dua kamera, bahkan ada yang empat kamera. Berbeda dengan kamera DSLR yang hanya punya satu kamera saja. Jumlah kamera di smartphone jauh lebih banyak. 

Selain kelebihan di jumlah kameranya, kelebihan-kelebihan photography dengan smartphone adalah:

1. Dimiliki oleh hampir semua orang

Smarphone sudah menjadi kebutuhan pokok. Apalagi berkembangnya aplikasi perpesanan seperti whatsapp dan instgram seperti hal yang wajib dimiliki. Berbagai instansi juga membuat kemudahan-kemudahan yang bisa diakses lewat smartphone, misalnya pendaftaran rumah sakit, pembayaran pajak, belanja dan lain sebagainya.
Belum lagi hasrat seseorang untuk narsis dan terkenal, berkembanglah aplikasi instagram, tiktok, bigo dan lain sebagainya.

2. Mudah dibawa dan digunakan

Meski ukuran smartphone lumayan lebar, tapi masih lebih mudah dibawa ketimbang kamera DSLR atau kamera pocket. Kamera pocket dengan sensor 1 inchi masih lebih besar daripada smartphone. 
Selain itu kamera smartphone lebih mudah digunakan, bahkan hanya dengan satu tangan. Kamera DSLR juga bisa digunakan dengan satu tangan/ Tapi tidak akan maksimal, apalagi beberapa lensa DSLR bentuknya memanjang. Dijamin akan lebih susah menggunakannya dengan satu tangan ketimbang smartphone.

3. Tidak perlu repot transfer file

Kelebihan dari smartphone yang lain adalah tidak perlu repot-repot transfer file. Sekarang banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan di smartphone. Jamaah narsisiah pasti sudah terbiasa menggunakan instagram. Dengan smartphone kita tidak perlu susah-susah mentransfer file, Cukup cekrek dan upload.

4. Bisa edit langsung di smartphone

Kelebihan yang lain dari smartphone adalah gambar bisa langsung diedit disitu. Aplikasi editor gambar populer seperti adobe photoshop dan lightroom juga ada yang versi smartphone. Bahkan penggunaannya lebih simpel daripada di desktop. Dengan smartphone kebutuhan edit menjadi lebih cepat.

5. Cukup bagus untuk digunakan di blog dan sosial media

Gambar-gambar untuk blog dan sosial media biasanya tidak membutuhkan gambar yang sangat detil dan indah. Bahkan cenderung sederhana. Karena kualitas gambar akan berpengaruh terhadap kecepatan loading halaman blog. Aplikasi-aplikasi sharing gambar biasanya mengubah kualitas gambar pada saat diupload demi mempercepat loading gambar. 
 

Kekurangan Mengambil Gambar Dengan Smarphone

Tapi ada beberapa kekurang juga kalau kita mengambil gambar dengan smartphone. Yang paling utama adalah kualitas gambar. Meskipun dilengkapi banyak kamera, tapi ukuran sensorlah yang berbicara. Dalam teori warna, warna diserap oleh mata melalui pantulan cahaya dari benda. sama halnya dengan kamera, semakin besar besar ukuran sensor semakin banyak pula cahaya yang bisa diserap. Berikut ini kekurangan-kekurangan dari kamera di smartphone:

1. Bukaan lensa rata-rata masih f 2.2

Bukaan lensa diwakili dengan nilai "f", semakin besar nilai bukaan semakin jauh jarak fokus lensa, semakin kecil bukaan semakin pendek fokus lensa. Namun berbanding terbalik dengan jumlah cahaya yang masuk. Semakin besar bukaan lensa, cahaya yang masuk semakin sedikit. 

Ketika banyak cahanya, pupil mata kita mengecil, semakin sedikit cahaya pupil mata kita akan membesar. Seperti itulah lensa kamera bekerja. Semakin kecil ukuran bukaan, semakin besar lubang kamera terbuka.

Salah satu kelemahan lensa smartphone adalah bukaan lensanya fix alias tidak dapat berubah-ubah layaknya kamera pocket ataupun kamera DSLR. Bukaan lensa standart biasanya f2.2, ukuran ini digunakan supaya banyak cahaya yang bisa diserap di kamera smartphone. Kamera pocket standart biasanya bukaannya dimulai dari f3.5. Dari segi penerimaan cahaya, kamera smartphone lebih baik. Tapi dari segi fokus gambar, kamera pocket lebih baik.
Tapi jangan salah, hal diatas adalah teori photography. Nyatanya AI kamera smartphone sangat pintar mengolah gambar. Hasil gambar di smartphone terlihat lebih bagus dari kamera pocket biasa. 

2. Sulit memotret di kondisi minim cahaya

Dalam teori photography, kualitas gambar ditentukan dari jumlah cahaya yang masuk. Jumlah cahaya yang masuk dihitung dengan teori 3 segitiga cahaya. 

3 segitiga cahaya adalah ISO, Shutter Speed dan Apeture/bukaan lensa

Pada kamera-kamera smarphone mahal sepertinya sudah ada setting bukaan lensa yang bisa diubah, tapi ada satu hal yang yang sudah menjadi takdir smartphone, yaitu penampang lensa/ukuran sensor yang kecil. 
Ukuran sensor menentukan berapa banyak cahaya yang bisa diserap. Kalau dianalogikan dengan ember. Ukuran sensor kamera Full Frame (Lebih besar dari kamera DSLR) adalah ember besar yang bisa dipakai untuk mencuci pakaian, sedangkan kamera smartphone adalah ember untuk mengaduk semen. Kira-kira lebih banyak mana air yang bisa ditampung oleh ember?

4. Kalau dicetak ukuran besar kadang pecah

Secara teori, dengan jumlah megapixel yang besar seharusnya hasil kamera smartphone tidak pecah ketika dicetak ukuran besar. Megapixel kamera smartphone yang beredar saat ini dipasaran minimal ada di angka 12 Megapixel. Secara teori, ukuran cetak maksimal yang bisa dihasilkan adalah ukuran 10 R lebih sedikit. Ukuran 10 R kalau dikonversi ke centimeter yaitu 25,4 x 30,48 centimeter. Cukup besar bukan? 
Tapi teori bisa saja berbeda dengan kenyataan. Karena sensor kamera handphone sangat kecil, sehingga mempengaruhi kualitas gambar.

5. Rawan noise dan distorsi

Kelemahan yang berhubungan dengan ukuran sensor terutama pada noise dan distorsi. Dengan ukuran sensor kecil, otomatis kamera smartphone membutuhkan iso tinggi ketika mengambil gambar yang minim cahaya. Efeknya gambar yang dihasilkan cukup terang. Tapi noisenya juga banyak. Iso yang tinggi menyebabkan jumlah noise dan distorsi yang bertambah besar. 


Tips Photography Dengan Smartphone

Setiap gear pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang pasti gearmu saat ini adalah kamera terbaik yang kamu miliki. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan kameramu, kamu bisa memaksimalkan hasil gambar yang kamu ambil. 

Tips memotret dengan smartphone
tips memotret dengan smartphone


Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan kamera smartphone, sekarang saatnya aku berbagi tips memotret dengan smartphone. Tentu saja tips-tips ini bisa dikembangkan lebih banyak lagi seiring dengan pengalaman memotret kalian. Berikut ini tips-tipsnya:

1. Resolusi Kamera Minimal 12 Megapixel

Resolusi kamera yang aku sarankan minimal 12 Megapixel. Jumlah ini sudah cukup digunakan untuk pengambilan photo sehari-hari. Kamera smartphone saat ini resolusi rata-rata sudah sejumlah itu, contohnya smartphone xiomi 4A saja sudah menggunakan sensor 13 MP, apalagi seri-seri terbaru.

2. Pencahayaan

Kamera smartphone biasanya memiliki sensor yang kecil. Kamera smartphone akan bekerja baik jika pencahayaannya memadai. Oleh karena itu untuk memotret dengan kamera smartphone, usahakan obyek memiliki pencahayaan yang bagus. Pencahayaan bisa didapatkan dari dua sumber:

  • Alami

Sumber cahaya alami adalah sumber cahaya yang berasal dari alam. Misalnya cahaya matahari. Sumber cahaya alami adalah sumber yang paling bagus dan bermutu tinggi. Siapa yang bisa membuat sumber cahaya sebagus ciptaan Ilahi, tidak ada kan? 
Cahaya yang paling bagus biasanya pada pagi hari atau sore hari. Tapi bukan berarti cahaya siang hari jelek ya. Cahaya siang hari tetap bagus, tapi kadang ada faktor backlight yang harus diwaspadai.

  • Buatan

Sumber cahaya buatan dihasilkan dari lampu. Lampu yang digunakan biasanya menyerupai cahaya alami/matahari. Cahaya buatan dibutuhkan untuk memberikan efek terang pada obyek.

3. Tema dan Komposisi

Tema dan komposisi obyek sangat penting. Komposisi yang biasa dipakai adalah rule of third. Komposisi ini digunakan untuk membuat gambar terlihat menarik. Cara melakukan komposisi rule of third adalah dengan membagi bidang pandang menjadi 6 bagian. 3 bagian ke samping dan 3 bagian kebawah. Fokus gambar diletakkan pada titik persimpangan 6 bidang tersebut. Alhamdulilah hampir semua kamera baik kamera DSLR, Pocket maupun kamera smartphone memiliki fitur ini. Kamu bisa mengaktifkannya untuk mempermudah pengambilan gambar.


Selain rule of third, komposisi lain yang biasa digunakan dalam pemotretatn obyek adalah death center. Komposisi death center menempatkan obyek ditengah-tengah bidang pandang. Biasanya digunakan untuk photo potrait ijazah, KTP, SIM dan lain sebagainya. Tapi bisa juga dipakai untuk memphoto obyek lain.

4. Menggunakan Backdrop/Background 

Untuk photo produk, penggunaan backdrop/background sangat penting. Selain menggunakan background natural (alam raya), kadang kita butuh background satu warna. Kamu bisa menggunakan karton atau kertas HVS putih supaya cahaya tersebar dengan lebih baik.

5. Nuansa Properti Secukupnya

Properti yang digunakan sebagai pendukung photo juga disesuaikan dengan obyek photo. Misalnya kamu membuat photo produk makanan. Properti yang digunakan harus sesuai, misalnya diperindah dengan telonan, bumbu dapur, sendok dan alat dapur atau alat makan lainnya. Jangan ada properti yang nggak nyambung, misalnya selotip, kamera atau kasur. 

Selain properti sejenis, warna yang digunakan jangan terlalu banyak. Maksimal 3 warna saja, sehingga obyeknya terlihat serasi.

Properti pendukung jangan lebih dominan dari obyek. Hal ini sangat penting sekali. Misalnya kita memotret Seblak, disebelahnya ada bantal segede gaban. Kasihan seblaknya terlihat mini sekali.

6. Angle pemotretan

Pemilihan angle atau sudut pandang sangat penting. Angle berpengaruh pada tampilan seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sebuah photo. Beberapa angle yang sering digunakan adalah:

  • Eye View - Normal 

Pengambilan gambar sejajar dengan obyeknya. Gambar biasanya diambil dari depan sejajar dengan mata kita.

  • Low Angle

Pengambilan gambar diambil dari bawah. Pengambilan gambar dari bawah bisa memberikan kesan besar atau menampilkan kemewahan.

  • High Angle

Pengambilan gambar dari ketinggian/posisi kamera lebih tinggi dari obyek.

  • Bird View/Flatlay

Angle ini sedang ngetrend untuk photo produk. Obyek ditata dengan posisi rebahan, kemudian gambar diambil persis dari atas obyek.

Yang harus dilakukan Dalam Photography Dengan Smartphone

  • Bersihkan kamera smartphone. Lensa kamera smartphone biasanya tidak memiliki pelindung. Karena itu sebelum memotret sebaiknya di bersihkan terlebih dahulu biar kinclong.
  • Pakai tripod. Usahakan menggunakan tripod terutama jika kamu menggunakan mode low speed, penggunaan tripod ini hukumnya wajib.
  • Ambil Photo lebih dari sekali. Ambil photo lebih dari sekali dengan beragam angle dan posisi. Meskipun yang dibutuhkan hanya satu photo, tapi kita bisa menggunakan photo terbaik dari yang baik.
  • Gunakan garis bantu. Kamera smartphone biasanya memiliki fitur garis bantu untuk rule of third. Gunakan garis bantu untuk membuat hasil photomu terlihat lebih enak dipandang.
  • Gunakan mode Pro/Manual. Untuk hasil terbaik, gunakan mode manual. Tapi sebelum menggunakan mode manual, ada baiknya kamu belajar tentang dasar-dasar photograpy. Terutama tentang segitiga exposure.
  • Pakai reflektor/pemantul cahaya. Untuk photo produk/makanan sebaiknya menggunakan reflektor/pemantul cahaya. Fungsi reflektor adalah mengarahkan cahaya ke obyek. Dengan reflektor cahaya bisa dikonsentrasikan ke obyek.
  • Pakai diffuser. Fungsi diffuser adalah meratakan cahaya dari lampu flash. Fungsi diffuser untuk meratakan dan melemutkan cahaya lampu flash. Meski sebenarnya hasil lampu flash handphone tidak sebesar kamera DSLR, tapi kamu membutuhkannya untuk menghasilkan photo yang baik.
  • Photo bersama produk. Photo bersama produk bukan hanya menonjolkan produk saja, tetapi juga meyakinkan pembaca bahwa pembuat artikel juga menggunakan produk tersebut. Photo bersama produk juga bisa meningkatkan branding penulis.
  • Lakukan editing secukupnya. Kadang kualitas jepretan dengan smartphone kurang baik. Untuk itu perlu diedit secukupnya. Misalnya cropping/memotong untuk meningkatkan fokus ke obyek dan koreksi cahaya untuk mendapatkan hasil photo yang lebih baik. Beberapa aplikasi yang bagus untuk editing photo diantaranya adalah snapseed, adobe photoshop dan adobe lightroom.
  • Cari referensi photo di instagram, flickr, pinterest, pixabay dan lain sebagainya. Photograpy berhubungan dengan pengalaman dan proses belajar terus menerus. Untuk mengambil obyek yang bagus kita tidak harus bereksperimen sendiri. Banyak orang yang dengan sukarela membagikan hasil karya mereka di berbagai aplikasi berbagi photo seperti instagram, flickr, pinterest dan lain sebagainya.

Jangan Lakukan

Hindari untuk melakukan beberapa hal ini, kecuali terpaksa.
  • Cropping berlebihan. Ketika memotret dengan handphone, usahakan jangan mencropping terlalu banyak. Secara keseluruhan hasil kamera handphone tidak terlalu bagus, apalagi kalau di cropping ketat (hanya berfokus pada obyek yang kecil). Bukan tidak mungkin bukannya mendapatkan hasil yang bagus, gambar yang kita hasilkan justru kayak distorsi dan noise.
  • Hindari penggunaan flash. Lampu flash kamera handphone biasanya berupa lampu led biasa yang kekuatannya sangat kecil. Jujur saja aku hampir nggak pernah menggunakan lampu flash handphone. Untuk pemotretan produk dengan jarak dekat aku lebih suka menggunakan lampu belajar. Murah meriah ya hahaha.
  • Jangan di Zoom. Zoom pada kamera handphone biasanya adalah zoom yang dihasilkan oleh aplikasi. Bukan zoom optik seperti pada kamera DSLR. Bahkan kualitas zoom kamera pocket masih lebih baik dari kamera smarphone. Daripada kamu memakai zoom di kamera smartphone, lebih baik kamu mendekatkan diri ke obyek.
  • Hindari Mode Bokeh. Mode bokeh biasanya ada pada kamera smartphone terkini. Biasanya kamera smarphone terkini memiliki lebih dari satu kamera. Hasil bokeh bukanlah bokeh dari lensa seperti kamera-kamera DSLR atau pocket. Bokeh yang dihasilkan oleh kamera smartphone dihasilkan dari memadukan dua hasil gambar dengan proses komputasi/AI. Hasilnya tidak senatural bokeh dari lensa. Tapi jujur saja membuat hasil bokeh dengan kamera handphone lebih mudah daripada kamera pocket. Butuh perjuangan besar untuk membuat bokeh dengan kamera pocket. 
  • Hindari memakai kamera depan yang kurang mumpuni. Kamera depan smartphone biasanya kualitasnya tidak sebaik kamera belakang. Bahkan fitur-fiturnya pun tidak sama. Kamera depan biasanya tidak mengakomodir fungsi manual. Untuk itu jangan menggunakan kamera depan jika ingin hasil yang bagus. 
  • Jangan sampai mengubah warna asli dari produk (apalagi produk endorse/berbayar). Kadang ketika melakukan koreksi warna, tampilan warna gambar tidak terlalu bagus sehingga perlu diubah dengan aplikasi adobe lightroom misalnya. Terkadang harus ada koreksi warna yang membuat warna produk berubah. Misalnya menambah warna orange atau cyan. Dalam melakukan koreksi warna kita harus hati-hati, jangan sampai warna produk berubah drastis. Kasihan pembaca artikel yang mau mencari produk tersebut dipasaran.

Demikian tentang tips photography dengan smartphone untuk blogger. Materi ini aku dapat dari kelas Webinar Marathon Coaching Growthing Part 2 berjudul "Tips Mengabadikan Objek dengan Kamera Smartphone" yang disampaikan oleh mbak Gilang Maulani ditambah dengan pengetahuan dan pengalaman photography yang aku pahami. Terima kasih sudah mampir.

referensi: 
 
Webinar Marathon Coaching Growthing Part 2 berjudul "Tips Mengabadikan Objek dengan Kamera Smartphone" yang disampaikan oleh mbak Gilang Maulani.
Pengetahuan dan Pengalaman pribadi tentang photography.

 



No comments for "Tips Photography Dengan Smartphone Untuk Blogger"