Just Another Blogger

Saturday, October 8, 2016

#DuaKacamata: Anak Yang Tak di Akui Ayah?

Tidak Diakui Ayah?
Dua Kacamata

Akhirnya beneran juga nulis berdua dengan satu tema. Sebenarnya launchingnya kemarin (kamis), tetapi karena salah satu berhalangan menulis, akhirnya hari ini saya baru bisa menulis.

Melalui diskusi singkat, kami sepakat tema kali ini tentang anak yang tidak diakui.

Tentunya kalian pernah mendengar perseteruan Mario Teguh dengan mantan anaknya Kiswinar.
Kasus ini sangat menarik, bukan hanya untuk ibu-ibu saja, ternyata bapak-bapak juga ada yang ngobrolin. Siapa yang tak kenal Mario Teguh, Motivator nomer wahid yang pernah ada di Indonesia. Kata-katanya penuh makna, membuat banyak orang ternganga, seolah pintu kesuksesan sudah didepan mata.

Sekarang kita kembali ke pokok bahasan yang lain. Masih hangat obrolan saya dengan teman-teman. Seorang teman saya yang mencoba mengkritisi kasus Mario Teguh, dengan mengatakan kembali yang diucapkan oleh Mario Teguh di kompas tv, tentunya dengan bahasa teman saya. Dan saya menulis kembali dengan bahasa saya "Sepertinya pak Mario Teguh benar, dia cuma ingin popularitas, kenapa baru sekarang ngomong, kok nggak dari dulu".

kasus ini bermula dari instagram lambe turah yang memposting foto Mario Teguh muda. kemudian pak Mario mengkonter dengan mengatakan anaknya hanya dua dari pernikahannya dengan ibu lina, jika bukan ibu lina berarti bukan anaknya. 

Mendengar itu, saya bertanya kepadanya, "Pernah ngalamin nggak mas, nggak diakuin sama orang tua? Tau gak rasanya?"
Banyak motivator yang hanya sekedar memotivasi tanpa empati, Itulah cikal bakal lahirnya meme"Hidup tak seindah cocote Mario Teguh"
Saya pernah mengalaminya, sudah agak lama. tapi ah sudahlah. Saya mendengar hal itu ketika mengobrol dengan mantan tetangga, yang ternyata dulu teman satu klub motor dengan bapak saya. Saat itu rasanya seperti di hantam palu 10 ton. Kepala langsung pusing 7x5x10x1000000 keliling. Badan panas dingin (Lebay mode on). Seketika langit mendung, Awan kulumonimbus berarak berdatangan siap menurunkan hujan. Seketika juga hujan rintik-rintik. Saya pun pamit pulang dari pada kehujanan :P.

"Mengapa baru muncul sekarang, kenapa baru muncul ketika Mario Teguh sudah sukses. Ngapain aja selama 13 tahun?"

Karena Kiswinar baru tahu ternyata Mario Teguh tidak mengakui anaknya sekarang, kalau dia bilang dari dulu, pasti sudah digugat dari dulu.

Negeri Tanpa Ayah
credit: restorasinews

Sebenarnya saya sudah move on sedari dulu, malah dari kecil saya sudah sadar kalau bapak saya sudah punya keluarga sendiri, jadi tidak sempat atau lupa datangin anaknya (bukan lupa kalau pernah punya anak). Saya menikmati hidup saya yang memang seperti itu adanya.
Baca Juga: Dasyatnya pelukan orang tua pada anak
Meski tidak ada ayah, tetapi ada kakak dan adik-adik ibu yang menggantikan sosok ayah.
Seperti saya, saya yakin Kiswinar juga sudah move on sedari dulu. Ada atau tidak bapaknya sudah bukan masalah buat dia, bahkan mungkin kalau nanti pak Mario wafat dan tidak memberikan warisanpun dia tidak akan menuntut. Permasalahannya bukan di warisan atau mencari tenar. Kiswinar bukan artis dan kayaknya gak punya tampang artis. Yang dipermasalahkan olehnya adalah jati diri dan harga diri dia dan ibunya.

Ketika saya mendengar kata-kata tetangga saya. Apa yang terlintas di pikiran saya?
"kayaknya tetangga gue gak percaya nih, kalau gue anaknya si ntu."
Saya bukan nabi Adam atau nabi Isa, karena ibu saya pun dengan jelas mengatakan bahwa saya adalah anaknya si dia. Ketika saya berkunjung ke rumah dia pun saya disambut sebagai anak. 
Tapi dibelakang saya, ternyata saya nggak diakui :((.

Masalah nggak diakuipun sebenarnya bukan masalah bagi saya, toh selama ini bapak tidak pernah berkunjung ke rumah, tidak pernah menafkahi, tidak pernah mendidik saya, bahkan ketika adik2 tiri saya menikah, bapak tidak undang saya, padahal bapak tahu dimana rumah saya. Aku rak popo.

Bagi saya tidak diakui anak itu tidak apa-apa, saya sadar ini adalah likuan hidup yang harus saya lalui, tapi tolong, jangan bilang ke orang-orang. Cukup bapak simpan dalam hati, saya tidak akan menuntut bapak. Cukup tahu sajalah,
Lalu kita bisa hidup sendiri-sendiri dengan damai, bukan begitu pak?

Anak yang tidak mengakui orang tuanya berarti dia anak durhaka, alhamdulilah sampai sekarang saya masih mengakui orang tua saya.

Pengaruh Fatherless  

Hidup tanpa ayah, tentu saja sangat berpengaruh dalam hidup saya. Meski sebenarnya saya sudah mendapatkan pengganti peran ayah. Tapi harus diakui, memiliki ayah yang sebenarnya (ayah biologis yang membesarkan kita) berbeda dengan orang yang kita anggap ayah. Apalagi bila kita tahu bahwa orang yang kita panggil ayah bukanlah ayah kita.

Fatherless atau ketiadaan AYAH hakikatnya adalah ketika AYAH hanya ada secara biologis namun tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak. Fungsi AYAH lambat laun menjadi dipersempit kepada dua hal yakni: memberi nafkah dan memberi izin untuk menikah. Sementara fungsi pengajaran atau transfer nilai-nilai kebaikan justru hilang yang mengakibatkan anak tak mendapatkan figur ayah dalam dirinya secara utuh

Bicara tentang fatherless,  menurut ustadz Bendry figur ayah sangat penting bagi kehidupan anak. Untuk anak laki-laki ayah akan menjadi sosok superhero baginya, dan untuk anak perempuan ayah adalah cinta pertamanya.

Fatherless atau father hunger lambat laun akan mempengaruhi kehidupan anak dan membentuk karakternya hingga ia dewasa. berikut ini hal-hal yang terjadi pada anak fatherless atau father hunger.

1. Anak cenderung minder dan rendah diri serta sulit beradaptasi dengan dunia luar, keterlibatan ayah mempengaruhi cara pandangnya terhadap dunia luar, ayah akan membuat anak menjadi kokoh dan berani.
2. Anak memiliki kematangan psikologis yang lambat dan kekanak-kanakan.
3. Cenderung lari dari masalah dan emosional saat menghadapi masalah.
4. Kesulitan menentukan identitas seksual (terlalu feminim atau hypermaskulin) sehingga bisa memicu perilaku seksual yang menyimpang.
5. Kesulitan dalam belajar.
6. Kurang bisa mengambil keputusan, ragu-ragu dalam mengambil keputusan yang membutuhkan keputusan yang cepat dan tegas.
7. Bagi anak perempuan akan mempengaruhi kehidupan hingga dewasa, Mereka akan kesulitan dalam memilih pasangan yang tepat atau kesulitan dalam menghadapi konflik keluarga ketika mereka sudah menikah.



Meski hidup tanpa ayah, saya tetap mendapatkan figur ayah. Namun seperti yang saya tulis diatas, figur ayah yang saya dapatkan bukanlah fugur ayah yang sebenarnya, yang akhirnya membentuk karakter saya hingga saya dewasa.

dan dari 7 hal diatas, pont 7 tidak akan berpengaruh pada saya, karena saya laki-laki. Namun ketidak hadiran seorang ayah membuat saya merasakan hal-hal berikut:

1. Saya menjadi orang yang minder, penyendiri dan pendiam, sulit beradaptasi pada suatu lingkungan baru. Alhamdulilah saya bukan orang yang anti sosial, sehingga saya masih bisa bersosialisasi dengan orang lain.
2. Meski saya sudah berumur, saya akui saya memiliki sisi kekanak-kanakan yang lumayan besar. Sampai sekarang saya masih suka film power ranger :P atau baja hitam.
3. Setiap orang punya kecenderungan untuk lari dari masalah, Saya sendiri lebih memilih untuk sebisa mungkin tidak bermasalah. Dan untuk emosional, saya sering merasa kalau kesabaran saya tidak normal alias sabar banget, kalau tidak percaya tanya saja sama istri saya.
4. Alhamdulilah saya lolos dari yang ini. Dari kecil saya merasa kalau saya laki-laki. Dan semua laki-laki (seharusnya) suka pada perempuan.
5. Saya sering merasakan kesulitan dalam belajar, terutama matematika.
    Nb. Saat ini saya juga merasa kesulitan belajar, ternyata belajar javascript itu susah banget :((
6. Kurang bisa mengambil keputusan. Hal ini yang sering membuat istri saya marah-marah. Hal paling sederhana misalnya ketika saya mengajak istri makan, saya selalu bertanya padanya mau makan apa. Dan ketika dia jawab terserah, saya jadi bingung, karena apapun yang saya tawarkan ditolak semua. Akhirnya kami cuma muter-muter




me & my daughter
me & my daughter
Sebenarnya saya ingin menuliskan artikel ini dengan gaya yang ceria, tapi ternyata susah juga, Mau dibuat kayak apapun, kalau dihati perih, yang keluar (tertulis) tetep aja perih wkwkwkw.




Baca: Tulisan Istri saya tentang ini


Dad is a Hero
credit: sidomi



37 comments:

  1. Anak yg gak ngakuin ortu; anak durhaka... Kalau ortu yg ga ngakuin anaknya, berarti???


    Proud of you for being a good daddy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak tahu bun, nggak tahu ada dalil orang tua durhaka apa nggak, tapi di jaman Umar bin Khatab pernah seorang bapak melaporkan anaknya yang durhaka, setelah ditanya oleh Umar, ternyata bapaknya tidak menjalankan tanggung jawabnya, kemudian bapaknya dimarahi Umar, kamu telah lebih dulu durhaka terhadap anakmu CMIW

      Delete
    2. Yoi bener tuh kisahnya. Waktu seminar ust. Bendry kemarin juga disampaikan kisah tersebut.

      Delete
  2. Replies
    1. Aku juga trenyuh, baru nyadar kalau hidupku merana

      Delete
  3. aku mengenalmu sebagai seorang martin yg ceria dan tanpa dosa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kok medeni men mbak kalau suami sy tanpa dosa... Bahkan nabi saja punya kesalahan.. :)

      Martin terlalu punya banyak topeng :)

      Delete
    2. Yang tanpa dosa kan bayi um wkwkwkw, Makasih udah mampir

      Delete
  4. Kok nulisnya "mantan anak"? Gimana ceritanya bisa jadi mantan anak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sebelumnya diakui anak, trus tiba2 gak diakui anaknya, berarti kan mantan anak

      Delete
  5. Teringat,bapakku semoga tenang disana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf mbak kalau jadi baper, terima kasih sudah mampir

      Delete
  6. anak dan ayah identik dengan pelajaran matematika ya. Anakku lebih suka belajar matematik dengan kehadiran figure ayahnya. Tapi aku tahu, kalau mereka belajar, pasti ribeeet beet. Jadi ujian kali ini aku akan lebih menjual diriku ke anakku, supaya dia mau belajar saja sama aku. Ibu yang PD padahal nilai matematikaku lebih jelek diantara yang paling jelek.

    Salam kenal,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayah dan bunda sebenarnya harus punya porsi yang sama sih mbak. Ayah mengajarkan tentang kemandirian, keberanian dan petualangan. Kalau bunda mengajarkan tentang kedamaian, kelembutan. Contohnya anak saya yang pertama. Kalau sama ayahnya sukanya bertualang, menjelajah tempat-tempat baru. Salam kenal juga mbak

      Delete
  7. Om kayaknya poin nomer terakhir itu emang semua laki lagi begitu deh. Dan kayaknya jawaban 'terserah' dari wanita itu macem jebakan batman. Kalo aku sih udah taubat dari jawaban semacam itu. Kalo ehm (pacar) nanya makan apa atau makan di mana, berarti dia sudah mempercayakan keputusan pada saya. Terlepas mahal atau enggak makanannya hahaha.
    Saya sebagai perempuan hanya perlu menyebutkan tempat makan ini dan itu, kemudian indonesia damai sentausa hahaha

    Dan kalo terlalu sabar, lha itu bukannya poin plusnya. Aku sebagai perempuan malah ilfil sama cowok cowok yang emosian, arogan, tempamen -_-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh. Om? jadi berasa tua wkwkwkw. Masalahnya sekarang anakku juga ketularan jawab terserah kalau diajak makan. kalau ditanyain lagi dia marah "iihh, ayah tanya terus kok, terserah ya terserah". Sampai tempat makan, "mau apa kak?", dia-nya geleng2 :(

      Delete
  8. Syukur, ayah saya sangat dekat dengan saya. Sehingga saya bisa merasakan hangatnya kasih sayang itu. Dan itu luar biasa. Beliau adalah tameng kehidupan saya. Apa yang saya tidak bisa dan mampu, ayah saya menopang saya baik dari materiil dan support. Beliau selalu menerima saya apa adanya. Baik buruk saja. Keras hingga lucu sekalipun. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah mbak, anda termasuk orang yang beruntung.

      Delete
  9. Sudah setahun keluargaku ditinggal oleh ayah menghadap Allah, jadi teringat Bapak.

    Ya sepertinya gak ada yang namanya mantan anak ato mantan ayah, selamanya akan jadi anak.

    Untuk ayah dan anak semoga tetep akur dan saling berbagi kebahagiaan, perbedaan pendapat antara anak laki-laki dan ayah membuatku makin dewasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya memang tidak ada. Kata mantan anak di tulisan saya untuk menyindir orang-orang yang menganggap anaknya tidak ada alias tidak mengakui anaknya. Juga sebagai penenang saya pribadi agar tidak terbebani dengan tanggung jawab seorang anak.
      Setiap anak punya kewajiban berbakti pada orang tuanya. Lalu bagaimana dengan anak-anak yang tidak diakui oleh ayahnya, Apakah mereka punya kewajiban yang sama?

      Delete
  10. mantan anak ? kenapa harus disebut mantan, anak adalah pemberian tuhan bukan status hubungan yang ada ,mantannya :v sekali jadi anak, tetap jadi anak selamannya

    point paling terakhir, gue rasa bukan masnya yang susah mengambil keputusan, cuman cewek aja yang tidak memberikan pilihan, katanya terserah tapi pas udah dipilihin ditolak...
    hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara nyata memang tidak ada mantan anak, seperti halnya tidak ada mantan orang tua. Kata mantan anak adalah sindiran untuk orang tua yang tidak mengakui anaknya. Dan juga sebagai pelipur lara dan penyemangat saya untuk menempuh hidup.
      Salah satu hal yang membuatku agak nyesek adalah ketika orang-orang terdekat bilang "Kamu nggak ke ayahmu, bagaimanapun juga kamu anaknya, tidak ada yang namanya mantan anak". Bener juga sih, tapi aku juga berfikir, bila tidak ada mantan anak, kenapa ayah tidak pernah datang menemuiku, kenapa aku yg harus menempuh jarak puluhan kilo untuk bertemu dengannya, sedangkan pelukannya saja tidak pernah membekas. Dengan mengkondisikan seperti itu aku mengambil hikmah dari kehidupanku dan berusaha menjadi ayah yang baik untuk anakku.

      Kalau cewek sih mang sering kayak gitu, mereka memang suka nggemesin ya gan hehe

      Delete
  11. Agak sedih ya kalau bahas soal ayah. Sampai saat ini saya masih punya ayah, masih tinggal sama-sama dengan saya, tapi karena sifatnya itu, terkadang saya gak bisa merasakan sosok seorang ayah seperti yang lainnya. Jadi menurut saya sikap seorang ayah juga berpengaruh selain kehadiran sosok ayah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, tapi kalau ayahmu masih bersamamu keadaan masih bisa dirubah kok. Banyak orang tua merasa membesarkan anak itu tidak butuh pelatihan, nanti bisa sendiri. Akhirnya mereka mendidik kita seperti orang tua mereka mendidik mereka.
      Ayahnya disuruh ikut pelatihan parenting Abah Ihsan hehe. Gara-gara ikut pelatihan itu banyak orang tua yang sadar, bahwa mereka sebenarnya bukan orang tua betulan, tetapi hanya orang tua kebetulan (termasuk saya). kapan-kapan aku buat artikel tentang pelatihan parenting Abah Ihsan deh.

      Delete
  12. Wahhh... ulasan yg bagus kak!

    Jadi intinya, sebenarnya Kiswinar ng masalah ng pernah mendapat perhatian dan haknya sebagai anaknya Mario Teguh. Tapi dia tidak terima karna Mario Teguh tidak mengakuinya, bahkan diumumin di dunia maya. Nyesek yah! Padahalkan seorang Motivator hidupnya harus sempurnahlah seperti kata-kata bijak yg sering ia ucapkan.. :)

    #SalamSapa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul ray, di trivia.id pernah ada tulisan yg bilang seperti itu, kayaknya yang nulis saudaranya Mario teguh, tapi aku lupa judulnya. Kalau hidupnya motivator harus gmn aku nggak ngikut-ngikut, aku cuma mengkritisi sikapnya yang tidak mengakui keberadaan anaknya di media

      Delete
  13. Teringat masa nonton tv serial anak anak seperti power ranges ultraman dan baja hitam

    Aku pumya ayah kok masih pada minder ya mas? Hanya gara gara punya kekurangan tubuh/fisik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya dengan adanya ayah, beliau bisa membuat anaknya tetap semangat dan pede meski memiliki kekurangan fisik. Bahasa kerennya memotivasi. CMIIW

      Delete
  14. Ko mantan anak? emang anak pake mantan heheh :D

    Aduhh aku jadi terhanyut dalam postingan ini.. Ada serial ke 2 nya ngga ehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara nyata memang tidak ada mantan anak, seperti halnya tidak ada mantan orang tua. Kata mantan anak adalah sindiran untuk orang tua yang tidak mengakui anaknya. Dan juga sebagai pelipur lara dan penyemangat saya untuk menempuh hidup. Uhmm, Tapi ini khusus aku ya, Tidak direkomendasikan buat orang lain.

      Salah satu hal yang membuatku agak nyesek adalah ketika orang-orang terdekat bilang "Kamu nggak ke ayahmu, bagaimanapun juga kamu anaknya, tidak ada yang namanya mantan anak". Bener juga sih, tapi aku juga berfikir, bila tidak ada mantan anak, kenapa ayah tidak pernah datang menemuiku, kenapa aku yg harus menempuh jarak puluhan kilo untuk bertemu dengannya, sedangkan pelukannya saja tidak pernah membekas. Dengan mengkondisikan seperti itu aku mengambil hikmah dari kehidupanku dan berusaha menjadi ayah yang baik untuk anakku.

      Belum kepikiran untuk membuat seri2, soalnya artikel ini bukan duit yang punya no seri wkwkwk

      Delete
  15. masa kecilnya om ternyata bikin sedih juga ya :')
    kalo menurut saya sih kalo pas kecil udah gak punya sosok ayah, kita bakal kehilangan sosok yang dijadikan panutan, ngerasa kurang aman dan yang udah ditulis: minder. :')

    wah anaknya umur berapa itu om? lucu. Dijaga terus ya om. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, om. Berasa tua, padahal masih 30++. Sosok ayah sebenarnya bisa didapat dari mana saja. Tetapi yang paling ideal tetap ayah kandung. Karena transfer perasaannya kan lain. Anakku masih 5 tahun. Alhamdulilah baru nambah 1 nih. Semoga aku dan istri bisa amanah. Amin

      Delete
  16. Terenyuh juga om bacanya. Panggil om aja lebih afdol. Hehe...

    Emang hidup tanpa sosok Ayah bisa memengaruhi banyak hal. Sangat setuju dengan point2 diatas. Paling mendasar sih kita gak memiliki sosok panutan dalam menjalani kehidupan ini.

    Ya, semoga kedepan kehidupan kita lebih baik. Jika memiliki pasangan dapat saling harmonis. Aamiin... #MasihMencaripasangan HEHE

    ReplyDelete
  17. baca tulisanmu...
    trenyuh dg anak gadisku yg ta diakui bapaknya..memilih perempuan lain dan memgabaikan darah dagingnya sendiri.
    semoga kedepannya dia mandul saja, diberi amanah satu saja..sdh ditelantarkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Istigfar bu, terus terang sy tidak tahu perasaan ibu saya karena kami tidak dekat. Kalau boleh menyarankan, jangan pernah tinggalkan anak2 ibu. Karena ibu sangat berarti buat mereka. Sejak kecil sy sudah ditinggal ibu sy merantau untuk mencari uang. Akhirnya kami tidak pernah dekat, meski kami saling menyayangi. namun kami selalu gagal menyampaikannya. Sy paham semua likuan hidup ini memang harus terjadi pada sy. Bukankah Allah maha mengetahui dan menyayangi umatnya. Sy yakin kehidupan sy akan lebih buruk bila ini tidak terjadi. Namun pertanyaan "Megapa Harus Saya" yang kadang mengganggu. kalau sudah seperti itu, biasanya sy cepat-cepat istigfar lalu melihat istri dan anak2 sy. Insyaallah tenang kembali.

      Delete