Widget HTML Atas

Nikah?, Siapa Takut!





Kalau pertanyaan ini saya lontarkan ke teman-teman saya yang belum nikah, kayaknya gak ada yang bakal tunjuk muka, eh tangan
Kalau yang cewek sih biasanya jawabannya simple, saya belum dilamar sama pacar saya mas. Kalau cowok jawabannya juga simple, beberapa alasannya seperti ini:
  1. Teman: Saya masih Muda mas, masih bergairah untuk menggapai cita-cita, masih suka bertualang, masih suka ngumpul temen dll. saya: Iya sih kamu masih lebih muda dari saya, tapi dengan umur yang udah 26++, 4 tahun lagi sudah 30 lho.
  2. Teman: Saya belum punya rumah mas, saya: sama dong, alhamdulilah sampai saat ini masih ikut mertua. Teman: Ikut mertua kok Alhamdulilah mas? saya: Iya donk, saya gak perlu ngontrak rumah. Teman: Gak pengen punya rumah mas? Saya: pengen sih, tapi kalau beli rumah dulu baru nikah, mungkin umur 50 tahun saya baru nikah. So Jangan tunggu punya rumah dulu, kalau gaji kamu masih umr ke bawah, tapi yakinlah setelah menikah kamu akan punya rumah, contohnya saya, meski bukan rumah sendiri, tetapi saya dibantu Allah mendapatkan rumah untuk bernaung, dan Insya Allah nanti akan dibantu lagi untuk beli rumah. Amin.
  3. Belum ada yang cocok mas. Jawaban ini jawaban para playboy, alias anak yang bermain, Setahu saya yang suka cocok-cocokan itu anak kecil, contohnya anak saya, dia sukanya main sama si A, akhirnya anak saya mainnya sama A terus, begitu juga dengan si A, dia merasa cocok sama main sama anak saya. mereka pacaran? nggak lah, masak umur 4 tahun pacaran wkwkwk. Yang benar mereka suka bermain bersama. Nah, kalau kamu masih cari-cari yang cocok, berarti kayak anak saya dong, btw anak saya masih 4 tahunan, kamu umur berapa?
  4. Saya belum mapan. Ini alasan klise yang sering saya dengar. "Mapan" itu ukurannya apa sih? punya rumah, punya uang berlimpah, gaji besar? Besarnya berapa? 10 juta perbulan? Saya percaya Allah menentukan rejeki semua ciptaannya, mungkin saja rejeki kita masih segini (gaji UMR di daerah saya). Mungkin nggak gaji saya jadi 10 juta perbulan? Mungkin saja saya naik jabatan yang sangat tinggi atau  kalau UMR di kota saya jadi 10 juta perbulan.
  5. Gaji saya belum cukup untuk menghidupi istri mas. Kalau boleh jujur, saya pun berfikir demikian. UMR dihitung dari kebutuhan lajang, jadi kalau gajinya UMR, gak akan cukup buat menghidupi istri. Tapi jangan lupa. Allah menjanjikan rejeki untuk orang yang menikah. 1+1 = 2, bukan 1+ 1 = 0. Alhamdulilah sampai sekarang keluarga saya masih bisa makan, kami juga bisa menyekolahkan anak kami. Uangnya cukup? Kalau dihitung pakai perhitungan matematis ya nggak bakal cukup. Tapi yakin saja, dan harus yakin karena yang janji itu Allah, pencipta kamu.
  6. Belum ada yang diajak nikah mas. Ini jawaban yang paling ngenes dan paling susah. Nanti kalau ditawarin, mau dicariin, jawabannya  "Mau"  tetapi syarat dan ketentuan berlaku. sama kayak istri saya kalau diajak nyari makan, saya: mau makan apa bun? istri: sembarang yah. saya: mau sop? istri: Nggak Mau! saya: mau penyet? istri: Nggak Mau! saya: trus bunda mau maem apa? istri: Terserah Ayah. saya: ya udah kita makan disini (mampir di rumah makan/warung), istri: Aku gak mau makan disini. saya: trus bunda maunya makan dimana? istri: Terserah ayah. kok malah jadi curcol ya? Tapi memang kenyataannya seperti itu. Bahkan ada yang minta dicoba dulu, pacaran dulu barang 3 - 5 bulan gitu. Kamu niatnya cari buat nikah apa pacaran? kalau cari pacar sih cari saja sendiri, kalau nggak dapat-dapat? berarti ada yang salah dikamunya wkwkwkw.     
Sebenarnya apa sih syarat nikah dalam Islam.Sebelum ke syarat-syarat nikahnya, kita ke syarat calon suami dan istri dulu deh
Syarat calon suami:
- Islam.
- Lelaki yang tertentu.
- Bukan lelaki mahram dengan bakal istri.
- Mengetahui wali yang sebenarnya bagi akad nikah tersebut.
- Bukan dalam Ihram haji atau umrah.
- Dengan kerelaan sendiri bukan paksaan.
- Tidak mempunyai 4 istri yang sah dalam satu masa.
- Mengetahui wanita yang hendak dikawini adalah sah dijadikan istri.

sedangkan syarat calon istri sebagai berikut:
- Islam.
- Perempuan yang tertentu.
- Bukan wanita mahram dengan bakal suami.
- Bukan seorang khunsa.
- Bukan dalam Ihram haji atau umrah.
- Tidak dalam idah
- Bukan istri orang.

Dari dua syarat calon bisa dilihat, nggak ada yang katanya harus punya rumah, harus punya penghasilan yang besar. untuk syarat wali, ijab qobul dsb. bisa dibaca sendiri di wikipedia atau web-web Islam. Yang mau saya bahas disini mungkin soal mahar.
seperti yang saya baca di Wikipedia. Mahar adalah pemberian lelaki kepada perempuan bakal istrinya. mahar disebut juga mas kawin. mahar ditentukan oleh walinya untuk perempuan yang masih kecil, sedangkan untuk perempuan yang sudah baligh bisa menentukan sendiri. mahar boleh dibayar dengan pelbagai cara yang mempunyai nilai atau faedah tertentu berdasarkan kesepakatan bersama. bisa berupa rumah, kebun, pakaian, mengajar Al-quran, mengaji dan sebagainya (tergantung kesepakatan mahar) mahar juga bisa dibayar dengan tunai bertangguh atau berutang. Untungnya mantan calon istri saya dulu menerima mahar yang saya tawarkan :P, dan Calon istri yang baik memang seharusnya meminta atau menerima mahar semampu yang bisa diberikan calon suaminya. Bayangkan kalau calon istri kita meminta rumah, kalau hidup kita pas-pasan sih nggak apa-apa (pas calon minta rumah, eh ortu ngasih rumah :P), kalau kebalikannya :(.

Kebanyakan orang yang takut menikah adalah orang yang belum pernah menikah. buktinya banyak juga yang sudah menikah pengen menikah lagi hehe. Kebanyakan juga, laki-laki yang tidak berani menikah karena terlalu banyak menonton sinetron, padahal sinetron itu lebih banyak menampilkan sisi yang sedih-sedih, tetapi pas ketawa-ketawa nggak di shoot.

Saya pribadi sering merasa seperti itu, pas lagi bersitegang, orang lain pasti tahu, tapi pas lagi mesra pada nggak tahu (mesranya kan di kamar :P). Pas lagi rame, banyak orang merhatiin, coba pas lagi romantis, nggak ada yang merhatiin (atau kami yang terlalu cuek, kan dunia serasa cuma kami berdua, yang lainnya entah kemana). Tapi yakinlah, banyak enaknya, banyak mesranya dari pada gak enaknya.

Masih takut buat menikah? nggak apa-apa sih, asal jangan phobia aja.


6 comments for "Nikah?, Siapa Takut!"

Post a Comment