Kantor Digital, Memang Bisa? Ini Ceritaku Tentang Kantor Digital #IndonesiaMakinDigital

, , 66 comments

Sebenarnya ini kisah lama dan kisah lama itu akan selalu membuat kita tersenyum bila kita mengingatnya. Tepatnya 2 tahun yang lalu saya memberanikan diri untuk resign dari tempat saya bekerja karena istri saya sudah bosan ditinggal luar kota. Akhirnya dengan segenap keberanian yang sebenarnya adalah kenekatan, karena waktu itu saya belum punya cadangan gawean dan skill sayapun masih segitu-segitu aja. Sayapun resign dari kantor.

Resign dari kantor otomatis saya menganggur. Tidak 100% menganggur sih, Alhamdulilah ada sahabat yang ngajak ikut projectnya. Dan Alhamdulilahnya lagi, ada sahabat lain yang menawari kerja jadi web developer. 

Keuntungan bekerja sebagai web developer, tentu saja bisa dikerjakan dimana saja asal ada koneksi internet. Perusahaannya berpusat di Amerika, jadi semua kegiatan dilakukan di dunia maya alias dunia digital. Kadang saya berharap bisa bertemu dengan Digimon, lumayan buat koleksi.

Namanya juga kerja di kantor digital, otomatis butuh koneksi yang kuat dan stabil. Kebetulan dirumah sudah terpasang speedy, karena istri saya sudah lebih dulu bekerja di rumah dengan internet. 

Kenapa saya memilih speedy, sebelumnya saya tidak memakai speedy, sebelumnya saya pernah menggunakan jaringan nirkabel dari operator (yang tidak usah disebut namanya).
Sebenarnya koneksinya bagus. Asal nggak hujan, nggak banyak yang ngakses dan nggak akhir bulan. Setiap akhir bulan, meskipun tulisannya Unlimited, koneksinya selalu ngadat karena kuotanya habis, dan kecepatannya langsung terjun bebas. 
Masalahnya lagi, kalau kuota habis tidak bisa langsung isi ulang, harus nunggu periode bulanan habis baru bisa isi lagi. Padahal akhir bulan itu saat gencar-gencarnya nutup target. Belum lagi kalau ada hujan badai atau angin kencang, dijamin koneksinya langsung drop.
Saat itu saya kepikiran pasang speedy karena speedy menggunakan kabel, sehingga bebas dari gangguan cuaca. Saat ini speedy sudah tidak ditawarkan lagi, sebagai gantinya ada paket INDIHOME yang sangat powerfull (atk + 5000). Saya percaya dengan produk telkom seperti INDIHOME dan menyarankan pada anda karena beberapa alasan seperti berikut:

1. INDIHOME merupakan produk TELKOM yang sudah sangat berpengalaman di bidang telekomunikasi.
2. INDIHOME menggunakan kabel sehingga lebih stabil dalam koneksi karena tidak terpengaruh oleh cuaca.
3. INDIHOME menggunakan kabel fiber optik sampai ke rumah anda, sehingga kualitas jaringannya bisa diandalkan.
4. Meski menggunakan FUP tetapi batas FUPnya tinggi kok, kalau cuma untuk pemakaian standart saya kira tidak jadi masalah.
 5. Telkom menawarkan banyak paket, kita bisa memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan kita.


Baca Juga Memahami Konsep OOP dengan mudah

INDIHOME


Paket Indihome
Image by indihome.co.id



Lanjut lagi ke pengalaman bekerja online. Biar lebih terbaca saya buat sub-sub point ya


Test Praktek

Dari awal penerimaan saja sudah wah banget. Saya diberi tugas membuat template dari  gambar yang dikirim, kemudian di upload ke internet, nanti ada tim seleksi yang akan memeriksa web saya. Alhamdulilah test praktek berhasil dengan nilai yang secukupnya hehe. Terus, Terus kemana? Terus ke interview. Checkidot

Interview

Yang interview langsung dari Amerika lho, hehe keren. Padahal bahasa inggris saya super jelek, bisanya cuma "yes no yes no yes yes". Sebenarnya saya sering memakai bahasa inggris, tapi bukan convertation. Kebetulan saya sering baca-baca artikel koding yang memakai bahasa inggris (Saya fans berat stackoverflow).


Kerja Kerja Kerja

Ini bukan slogan Jokowi. Alhamdulilah meskipun hasil test alakadarnya, saya diterima kerja sebagai pegawai magang di perusahaan X. Saya sudah maklum, karena skill saya belum memadai, jadi mesti diasah sampai kinclong. Meskipun berstatus magang, gaji di perusahaan X lumayan besar untuk ukuran gaji semarang saat itu. bahkan gaji pas magang di kantor X dengan gaji saya yang sekarang saja lebih gede yang dikantor maya.

Meski ikut kantor Amerika, tapi karena kerjanya dirumah masing-masing. Jadi semacam kantor digital, soalnya semua aktifitas kerja ada di internet. Waktunya pun menyesuaikan jam kerja Indonesia. Sebagai karyawan magang, tugas saya saat itu cuma tambal sulam web yang perlu sentuhan khusus. Contohnya memperbaiki tampilan yang kurang sesuai (yang termasuk kategori mudah) atau migrasi dari development ke production. Kerennya ketika kerja disitu, tidak ada pembedaan antara programmer senior maupun junior. Saya selalu dilibatkan dalam meeting, jadi saya bisa sekalian menimba ilmu disana. 
Setiap hari kami meeting 3 kali. Pagi, Siang dan malam. Meeting malam untuk merencanakan pekerjaan esok hari, kemudian pagi meeting membicarakan pembagian pekerjaan hari ini. Siang hari meeting untuk pencapaian progress setengah hari, atau juga untuk membicarakan kendala-kendala koding. trus malam hari laporan pekerjaan harian. Melaporkan task yang sudah selesai atau merencanakan ulang task yang belum selesai hari ini. Kerennya semua dilakukan lewat internet.
office @ home
Office@home

Project managernya memakai asana (kayaknya sekarang sudah ganti). disitu bisa tasknya bisa diatur penanggung jawabnya siapa, terus bisa berkomunikasi dengan yang lainnya. kemudian gambar bug/designnya bisa dilihat langsung disana juga. 
Sharing Media, sharing media mennggunakan google. Karena produk google sudah terintegrasi semua sehingga memudahkan kita untuk sharing file dokumen maupun gambar dan juga berkomunikasi lewat google talk.

Bekerja di kantor Digital saat ini sudah menjadi trend, terutama buat para web programmer, tinggal remote server bisa kerja sambil ngopi di rumah. Asiknya lagi kalau istri lagi free, bisa sambil dipijati. 
Kalau kamu berminat buat jadi suami yang sayang banget sama istri dan anak, sampai-sampai tidak bisa bekerja ditempat yang jauh dari istri dan anak. Bekerja sebagai web programmer bisa dijadikan salah satu atau salah dua alternatif. 

Yang Harus Dikuasai Oleh Web Developer

Apa sih yang harus dikuasai oleh seorang web designer. Hal yang harus dikuasai tentu saja bahasa pemrograman. 

HTML

HTML sejatinya bukan bahasa pemrograman. HTML adalah standart format dokumen yang digunakan untuk membuat web. Saat ini versi terbaru HTML adalah HTML 5

Bahasa Pemrograman Server Side

Bahasa pemrograman server side yang paling utama untuk dipelajari adalah bahasa pemrograman PHP. Hampir semua web/aplikasi berbasis web menggunakan PHP. Selain PHP ada juga ASP, JSP, Python dll.

Bahasa Pemrograman Client Side

Bahasa pemrograman client side biasanya berguna untuk form dan komponen tampilan. Bahasa pemrograman yang paling populer disini adalah Javascript. Kamu wajib mempelajari bahasa javascript beserta frameworknya, yaitu jquery. JQUERY adalah framework javascript, jadi sebelum kamu belajar JQUERY, ada baiknya kamu belajar javascript dulu.


Peluang Kerja

Sebenarnya peluang kerja sebagai web developer masih terbuka lebar, mengingat sekarang eranya era digital. Banyak perusahaan yang memindahkan aplikasinya ke model cloud (web base). Sehingga aplikasi bisa dijalankan dimana saja dan kapan saja. 
Bahkan kalau dilihat trendnya terutama di Indonesia. Penggunaan web untuk platform aplikasi sangat besar. banyak proyek pemerintah maupun swasta yang berembel-embel "e-". Kecenderungan penggunaan web dalam dunia komersil dan juga Telkom yang turut serta mensosialisasikan penggunaan internet sebagai gaya hidup di Indonesia, dengan slogan #INDONESIAMAKINDIGITAL. Saya yakin perkembangan kebutuhan aplikasi web masih sangat besar. Hal itu menandakan kebutuhan web developer juga makin besar

Sekali Lagi

Sekali lagi saya ulangi bahasan diatas tadi. Kalau kamu pengen bekerja di kantor digital kamu harus punya ilmunya dan punya pekerjaan disitu. Kemudian hal wajib kedua adalah koneksi internet yang nggak cuma cepat, tapi juga stabil (WAJIB!). Dan untuk masalah koneksi sudah dibuktikan oleh telkom. Sampai saat ini saya jarang menemui masalah dengan koneksi jaringan internet. Saking jarangnya saya lupa berapa kali telkom error. Sepertinya selama 5 tahun jadi pelanggan internet telkom baru 2x teknisinya datang ke rumah.
Selain aksesnya yang stabil, Layanan customernya juga oke punya, kalau terjadi masalah cepat ditangani. Tinggal telpon ke kontak center 147, pasti dilayani oleh manusia, bukan robot gedek. Pernah suatu ketika jaringan internet saya mati, padahal tetangga saya yang juga pakai Speedy dan INDIHOME lancar-lancar saja. Terus saya menghubungi pihak telkom, setelah dicek oleh operator disana dan masih belum bisa konek, sorenya ada teknisi yang datang kerumah, Cepet kan? Pokoknya mantab, hehe.













66 comments:

  1. neaknya kerja di kantor digital bisa remote ya hehehe. KOneksi internet nomor satu kalau ga bisa uring2an aku mas. Kebetulan suami juga kerja dengan kebutuhan internet nomor 1 juga. Boleh juga beralih ke Indihome nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau buat kerja aku prefer ke kabel mbak, kalau bisa fiber kayak INDIHOME.
      Saya masih pakai speedy (waktu itu adanya cuma speedy). Pengen naik ke Speedy + ternyata udah nggak ada, mungkin nanti ganti INDIHOME sekalian :)

      Delete
  2. Bicara soal peluang kerja saya rasa masih dipandang sebelah mata kalau di Indonesia mas. Kecuali kerja di kantoran ato apalah gitu.. gak tau kedepannya gmna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di masyarakat memang masih banyak yang berpandangan seperti itu. Kalau niat freelance, selain skill branding juga berpengaruh mas, kalau sudah punya brand, Kerjaan bisa datang sendiri. Ini opini pribadi lho, CMIIW

      Delete
  3. Boleh juga tuh,btw ane sama dong kaya ane.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu cuma magang sih, sekarang di jadi tukang ketik aja :)

      Delete
  4. bagus nih indihome buat download stabil akan tetapi, klo ujan terkadang speednya ngedown banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya meskipun hujan/badai asalkan kabelnya nggak putus tetap stabil, soalnya dia pakai kabel. mungkin sinyal wifinya yang terganggu gan. tapi nggak tahu juga. Soalnya punya saya lumayan stabil meski hujan

      Delete
  5. Mantep nih make indihome, ntar kalo ada money mau masang ah :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan gan, paket All in one and unlimited, mau buka apa aja gak kuatir kuota habis

      Delete
  6. indihome udah sangat lumayan sekarang soalnya full Fiber optik mas,

    eh, kerja di IBN yak?? saya kira IBN udah ga ada lagi, haha, terakhir kali saya login beberapa hari yang lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. IBN itu apa mas? sy nggak kerja disana. Iya gan, fiber optiknya nyampe ke rumah. diatas kertas harusnya stabil banget (mupeng pengen upgrade)

      Delete
  7. Asalkan ada koneksi semua itu bisa dijalankan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, mari digalakkan gan, #IndonesiaMakinDigital :P

      Delete
  8. Terima kasih atas pengalamannya, saya akan jadikan itu inovasi...

    ReplyDelete
  9. Sayang di kampung saya akses telpon rumah gak ada :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. no comment deh mas, soalnya harus ada akses telpon, semoga entah kapan ada akses telpon mas, biar bisa pasang :)

      Delete
  10. mantap nih, ini nih yg dibilang freelancer kaya di buku Pak Daniel, hehe. Sukses terus mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, sayangnya saya masih merasa kurang ilmu dan masih tergoda jadi karyawan biasa. Insya Allah masih belajar lagi supaya bisa jadi freelancer lagi. Amin mbak, matur suwun

      Delete
  11. Coba bisa balik kerja kaya dulu lagi... lebih enak :)
    Jadi nggak ada yang perlu ditelpon kalau nggak pulang-pulang. Nggak perlu juga ada anak kecil yang ribut kalau matahari udah tenggelam belum lihat wajah ayahnya.
    Kantor digital memang yahud daripada kantor beneran :)

    ReplyDelete
  12. Kerja kerja kerja, jangan lupa piknik :D

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah di rumah kami sekarang sudah ada indihome. bukan pasang sendiri sih, tapi nebeng sinyal sama kakak ipar. jadi makin cihuuyy ngeblognya

    ReplyDelete
  14. Wah cukup berani ya mas resign dari kantor dan mengisi ke anggurannya dengan menjadi web developper..

    Bicara tentang Indihome, saya juga dulu punya minat besar untuk masang dirumah, tapi apalah daya.. uang saku ku tak cukup untuk mengcover biaya perbulannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus berani mas, soalnya istri udah nggak kuat ditinggal luar kotanan, dulu kerjanya antar kota, tiap hari berangkat pagi pulang semaunya. Tiap hari barengannya bis sama truk. Demi kebahagiaan istri (cie cie), akhirnya resign mas.

      sy juga belum upgrade ke Indihome, pengennya sih kalau bisa pasang paket internet aja, soalnya sy ma keluarga nggak suka nonton TV

      Delete
  15. Ah, serunya berkantor di dunia maya, ngantornya tetep pakai piyama, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. pakenya sarung mas :), terima kasih sudah mampir

      Delete
  16. Pengen banget coba indihone drumah, tp rumah saya ndeso banget susah jaringannya.. Hiiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Telpon belum masuk ya mbak? pengalaman memakai kabel dengan nirkabel bedanya jauh mbak. Tapi mungkin sekarang sudah nggak kayak dulu ya. Soalnya saya pakai nirkabel sekitar 4 tahun yang lalu :P

      Delete
  17. Wah.. saya jadi tahu banyak tentang dunia digital. Maklum saya masih newbie. Alhamdulillah.. bekerja di rumah adalah pekerjaan terbaik khususnya untuk saya yang saat ini jadi ibu rumah tangga, yang juga sering ditinggal suami luar kota. Hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantab bu. Alhamdulilah istri juga kerja dirumah. bisa ngurus keluarga sambil bekerja. Tapi kadang saya kasihan sama istri :(

      Delete
  18. Tadi saya sudah komen kok ikutan ilang lagi ya?
    intinya saya nulis tentang indonesia makin digital dan kita sesama orang IT gitu lah,
    cuman kok ndak masuk report sukses komentarnya./...

    ReplyDelete
    Replies
    1. komennya nggak masuk mas. Kayaknya templatenya agak bermasalah salam kenal juga mas.

      Delete
  19. Dulu saya pakai Speedy di rumah lalu dikecewakan karena kalo gangguan bisa berbulan-bulan dan tetap harus bayar. Sekarang beralih ke IndiHome juga, jaringannya bagus di segala cuaca dan gak sering ilang inetnya. Haha. Saya juga menjadikan kantor digital untuk tempat bekerja dengan tim yang jauh. Maka koneksi yang stabil sangat diperlukan.

    Wah masnya anak IT ya... Kapan-kapan mau nanya ah, saya lagi buat startup gitu. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya masih setia di speedy, soalnya nggak pernah nonton TV, kayaknya eman-eman mau pindah ke Indi home, Alhamdulilah kalau gangguan nggak sering-sering banget. Kalaupun yang gangguan yang di rumah, manggil teknisinya juga cepat. Biasanya 1-2 hari sudah datang. Saya anak IT yang masih cupu mas hehe

      Delete
  20. programmer, sesuatu yang pernah jadi dreamjob. walaupun skrg masih di dunia koding mengkoding (embedded), spertinya jadi programmer bukan jadi pilihan utama :D

    kalo kerja LDR gitu internet emang penting, drpada kena semprot karna ha ho ha ho terus pas daily meeting

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, kalau nggak konek langsung BBM bunyi terus wkwkwkw

      Delete
  21. Saya belajar bahasa pemrograman saja udah pusing sampe stress pas jaman SMK dulu lho hahaha :( Padahal pengen sih kerja di dunia programming, jam kerjanya fleksibel dan gajinya bener-bener lumayan, tapi memang seimbang sama ilmunya juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Programming itu harus jadi hobby mas, InsyaAllah bisa. Kalau cuma belajar, ntar pas disuruh bikin program beneran malah bingung.

      Delete
  22. aku baru aja memulai peruntungan di dunia programming. semoga saja bisa. hehee, harus banyak belajar nih dari masnya, sama banyakin koneksi internet tentunya.

    tapi itu kok mahal ya. hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok peruntungan mbak, kayak judi. Selamat datang di dunia pemrograman mbak, semoga betah :P. Kalau Indihome memang mahal mbak, sesuain budget sama kebutuhan aja. Beruntung dulu aku udah pasang speedy. Belum butuh tipi sih. Jadi belum pengen migrasi ke Indihome. Btw speedy udah gak ditawarin lagi, mau nggak mau harus indihome ya :P

      Delete
  23. Baru mulai lagi belajar programmer, walaupun gak ada cita-cita kesitu tapi aku suka ngerjainnya. Ya bisa juga disebut hobi sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau jadi programmer paling bagus dijadiin hoby. Yang penting banyak latihan dan berdoa :)

      Delete
  24. telkom memang luar biasa.. keren! ngomong-ngomong soal HTML 5, saya lagi belajar beserta dengan css nya. biasanya sih pake dreamweaver :))

    ReplyDelete
  25. iya kk, aku udah gak pakai dreamweaver, sekarang pakai sublime. Biar dikirain militan hehe

    ReplyDelete
  26. Aku salut deh sama orang2 yang kerja di balik layar macam web develop gitu keren ikh bisa html dan lainnya
    yg penting alat tempurnya memadai sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak. Alat tempur dan skill harus memadai mbak. Saya bisa-bisanan thok mbak, masih banyak yang harus dipelajari

      Delete
  27. akhirnya dari bekerja di luar kota sekarang jadi bekerja di dalam rumah ya Mas...perubahan yang signifikan demi istri tercinta hehehe..dan kayaknya emang Speedy itu speednya yang paling stabil ya. banyak juga sih temen aku yang pake itu., cuman aku belum pake itu sih, karena nggak butuh butuh amat namanya juga masih ngekost. hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, btw sekarang aku udah pindah kerja di rumah sakit dekat rumah, selain cari uang, juga lebih mudah mengakses kesehatan

      Delete
  28. Kalo pake indihome , saya juga pakai dirumah , apalagi untuk aktivitas blogging .

    Memang zaman semakin canggih ya , dan kita harus memanfaatkannya ya untuk seperti contoh diatas. Kerja pun bisa dirumah ya ? .

    ReplyDelete
  29. mantap gan sangat bermanfaat artikelnya :)

    ReplyDelete