(PARENT MUST READ) Gerakan 1821 Sudah Menyebar Hampir keseluruh Indonesia

, , 6 comments


Gerakan 1821 digagas oleh seorang yang katanya konsultan parenting yang bernama Abah Ihsan Baihaqi. Abah Ihsan Baihaqi adalah direktur dari sekolah parenting Auladi dan sudah berkelana di banyak propinsi di Indonesia, bahkan katanya sampai ke luar negeri.


Gerakan 1821 adalah gerakan atau lebih tepatnya himbauan kepada para orangtua untuk "menyengaja" atau memaksakan orang tua untuk fokus pada anak. Pada jam 18 - 21, orang tua harus memberikan waktunya fokus menemani anak dengan segenap hati, jiwa, raga dan fikiran, menghentikan semua aktifitas dan mematikan semua gadget, televisi, radio, komputer, laptop, kompor, mesin cuci, mesin jahit dan lain-lain.

"Sebagian besar masalah-masalah perilaku anak justru bersumber dari orangtua, bukan dari anak itu sendiri. Tidak satu anak pun yang dilahirkan memiliki niat merusak pikiran dan perilakunya sendiri - Abah Ihsan"

Apa saja yang akan kita lakukan pada jam-jam tersebut? Sebenarnya kita bisa melakukan banyak hal dengan anak-anak kita. Tentunya kegiatan-kegiatan tersebut menyesuaikan dengan usia anak kita. Bila anak kita masih dibawah 7 tahun, Kita bisa bermain dan belajar, melakukan permainan-permainan yang sesuai dengan kesukaan mereka, misalnya tebak-tebakan, main pasar-pasaran atau hanya cilukba. Sedangkan untuk anak yang menginjak usia sekolah, Kita bisa mengkombinasikan dengan belajar, mengulang pelajaran disekolah dengan cara yang berbeda (sambil bermain).

Photo Credits: parenting.com

Selain belajar dan bermain, kita juga harus meningkatkan intensitas kita berdiskusi dengan anak dan dengan pasangan kita.
Ayah dan bunda bisa menyiapkan jadwal permainan untuk anak atau mungkin bisa juga tanpa ada rencana/jadwal hari ini akan bermain apa, karena anak-anak lebih pandai dalam membuat permainan.

Dengan 1821 maka akan terjalin  komunikasi yang mungkin dulu tersumbat oleh "Segala berbentuk Kotak (handphone, tv, radio, komputer, laptop dll)".



photocredits: mystatus360.com

Efeknya, orang tua akan merasakan kembali menjadi orang tua, dan anak akan merasakan kebahagiaan yang luar bisa.
Mari kita kembali pada saat anak kita baru lahir, semoga saja gambarannya sama. Kita pasti merasakan sangat bahagia melihat kelahirannya, saat itu, tangisnya membuncah, tangan-tangan kecilnya berusaha meraih sesuatu, Penantian panjang 9 bulan yang penuh kecemasan, berubah menjadi kelegaan dan kebahagiaan yang tak terkira. kulitnya yang lembut bagai kapas terbaik dan binar mata bulatnya yang bersinar secerah mentari pagi seakan mengatakan "aku sangat bahagia menjadi anakmu Bunda". Tangisannya seakan mengatakan "Bunda dekap aku bunda, dekap aku", terus menerus, dan akan berhenti ketika bundanya mendekap, memeluknya penuh kasih sayang dan memberikan minuman untuk pertama kalinya (maaf nglantur).

Program 1821 memiliki banyak manfaat, baik untuk anak maupun orang tua. bagi orang tua tentu saja akan saling mendekatkan. Suami dan istri semakin banyak berkomunikasi, dan anak juga akan semakin dekat dengan orang tua. Pada akhirnya tidak ada yang namanya anak ayah atau anak bunda, karena kedua-duanya memiliki porsi yang sama.

Program 1821 adalah program yang simple dan praktis, namun hasilnya tidak sesimple programnya. Dan Sering kali pelaksanaannya tidak sesimple dan sepraktis itu, Mengapa? Karena kita (orang tua) banyak yang sudah diperbudak oleh "Segala berbentuk kotak".

testimoni dari pelaksana 1821, dikutip dari artikel 1821 di auladi.net
http://auladi.net/menikmati-program-1821

“Abah, sejak melaksanakan program 1821 dari pelatihan abah, suami saya kalau pulang kerja sekarang tidak lagi megang handphone. Dia main sama anak. Betapa bahagianya saya dengan apa yang dilakukan suami. Bahkan terus ‘ketagihan’ ngurus anak, saat pagi, saat saya tidur di dapur bahkan suami saya sekarang yang sibuk ngurus anak, sementara saya sibuk ngurus dapur.”
“Abah Ihsan, makasih banget 1821 nya, sampai bikin mba Rasya sempat nangis minta jam lebih. Kami bahagia, ketawa-ketawa, kemana kami selama ini? Berasa jadi orangtua tak berguna! Padahal hal yang menurut kami sepele cuma ngaji, baca buku, main hompimpa. Misalnya mbak belajar perbedaan dari hompimpa itu bagaimana, apa kriteria menang dalam hompimpa. Banyak hal lain yang dapat dipelajari dari hal sepele seperti itu. Lanjut main ayunan pake sarung. Jam 8 kami sudah karena mau tidur. Mbak Rasya nangis Abah, mina main lagi bareng kita. Ya Allah…. Abah, dia sangat bahagia sekali. Baru kali ini saya ngeliat dia sebahagia itu bersama kami. Setelah main bersama kami, dia kelaperan. Padahal sudah makan malam. Saya jadi gak susah nyuruh dia makan. Alhamdulillah dapat dobel, makasih abah!”


Untuk mengetahui info lebih lanjut atau mungkin melihat jadwal seminar Abah Ihsan, bisa dilihat di:
http://auladi.net

Komunitas Yuk Jos Semarang :
web yuk jos semarang: http://yukjossemarang.iblogger.org/

6 comments:

  1. Yang nulis sudah istiqomah melaksanakan belum? :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu kan udah ditulis di bagian akhir artikel, yang nulis udah ngakuin kok, kalau istrinya yang nulis udah belum?

      "Program 1821 adalah program yang simple dan praktis, namun hasilnya tidak sesimple programnya, dan kadang-kadang pelaksanaannya tidak sesimple itu, mengapa? Karena kita (orang tua) banyak yang sudah diperbudak oleh "Segala berbentuk kotak"."

      Delete
    2. Udah pernah hehe... :D Susah kalau job nggak kelar-kelar... :(

      Delete