Merangkai Silaturahmi bersama Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi di Lawang Sewu Semarang

, , No Comments



Pada kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub) di Semarang tanggal 30 Desember 2017. Bapak Menhub Budi Karya Sumadi mengadakan ramah tamah dengan warga semarang terutama dengan jajaran dibawahnya. Selain itu beliau juga mengundang komunitas-komunitas penggerak media sosial dan para kawola moda Semarang yang bersedia hadir dalam rangka/acara Silaturahmi dengan Menhub Budi Karya Sumadi. Alhamdulilah  aku berkesempatan ikut di acara ini. Acara yang digelar bertepatan dengan kunjungan kerja Menhub di Semarang bertempat di gedung Lawang Sewu. Siapa sih yang tidak kenal dengan lawang sewu, Gedung yang dulunya dikenal angker ini sekarang sudah menjadi obyek wisata favorit di Semarang. Banyak spot-spot yang instagramable dan bikin kamu tambah tamfan dan cantik nan eksotik ditempat yang penuh mistik, berpotho tanpa intrik tapi kelihatan nyentrik.


Seperti yang kita tahu, Setiap kehadiran Natal dan Tahun bari disertai dengan libur panjang mulai hari ini (Sabtu tanggal 30 Desember 2017) dan 2-5 hari kedepan jalan raya akan sangat ramai. Keramaian ini berpotensi terjadi kemacetan. Apalagi biasanya armada-armada transportasi masal seperti bus jumlahnya bertambah.. Sama halnya dengan Natal dan Tahun baru pada tahun-tahun sebelumnya. Pihak-pihak terkait, terutama dinas perhubungan, kepolisian dan kesehatan harus bekerja extra keras dan cerdas untuk bisa memperkecil potensi macet panjang, mengurangi angka kecelakaan dan kejahatan di jalan selama liburan Natal dan Tahun baru.

Sudah sewajarnya bila kita memberikan apresiasi atas kerja keras mereka dalam melakukan pengaturan lalu lintas maupun pengaturan transportasi sehingga kita bisa menggunakan jalan dengan nyaman. 

Sedikit curcol numpang cerita, flash back ke 15 tahunan yang lalu. Dulu aku pernah aktif di Korps Sukarela Palang Merah Indonesia. Dulu setiap Lebaran, Natal dan  Tahun baru kami selalu ikut menjadi tim medis yang berjaga di tempat-tempat rawan kecelakaan. Aku sering kedapatan tempat jaga di Stasiun Poncol yang notabene tempat keberangkatan dan tujuan kereta kelas ekonomi. Jangan membayangkan kereta ekonomi saat itu seperti kereta ekonomi saat ini yang hanya diperbolehkan duduk di tempat duduk yang tersedia/dipesan. Jaman dahulu jumlah penumpang kereta bisa melebihi kapasitas tempat duduk. Banyak diantara mereka, terutama kalau libut Lebaran, Natal dan Tahun baru duduk-duduk di pintu gerbong atau atap gerbong. Mereka seperti tidak peduli dengan keselamatan mereka padahal yang mereka lakukan sangata berbahaya.
Transportasi Public dibawah kementrian perhubungan semakin berbenah dan berkembang. Sebagai contoh moda transportasi kereta api. PT. KAI membuat terobosan-terobosan yang memudahkan calon penumpang. Pemesanan tiket bisa dilakukan dimana saja dengan menggunakan sistem online. Pengaturan tempat duduk penumpang yang lebih baik dan pemberian fasilitas pendingin udara di tiap gerbong.

Selain PT. KAI ada instansi-instansi lain yang terkait dengan transportasi. Pada moda darat selain kereta api ada juga moda bus/angkutan umum, mobil dan motor. Moda transportasi darat selain kereta api memiliki resiko yang jauh lebih tinggi. Selain faktor resiko yang tinggi. Moda darat selain kereta berada di 2 instansi yang berbeda. Yaitu Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Sehingga dalam kasus/kejadian khusus seperti Natal dan Tahun baru, dua instansi ini ditambah dengan dinas kesehatan akan bersinergi untuk merencanakan rekayasa lalu lintas dan menyediakan pendukung bagi para pengguna jalan, seperti rest area yang dilengkapi dengan tempat istirahat, peta perjalanan, makanan, minuman, obat-obatan dan juga tenaga medis.

Selain moda darat, ada juga moda laut dan udara. Moda laut adalah Kapal, sedangkan moda udara adalah pesawat terbang. Tentu saja didalamnya ada kru-kru berpengalaman yang melayani penumpang dan menjalankan alat transportasi.

Mereka adalah pejuang-pejuang transportasi yang menjaga agar perjalanan/transportasi dapat berjalan aman dan nyaman.

TIPS MUDIK NATAL DAN TAHUN BARU

Pada acara ini kami mendapat  banyak sekali wejangan dan tips-tips berkendara/menggunakan kendaraan umum yang baik sehingga perjalanan kita aman dan nyaman. 

Berhati-hati dalam memilih Bus

 Sebagai konsumen yang peduli dengan keselamatan. Jamgan mau naik bus yang standart kelaikan jalannya kurang. Sebelum naik bus, cek dahulu ban busnya masih bagus nggak, remnya berfungsi dengan baik nggak (yang ini yg susah, kalau nanya sama sopirnya pasti dia bilang bagus).

Kalau kamu merasa kesulitan melakukan sendiri. Pihak perhubungan akan melakukan razia terhadap bus-bus dijalan, hal ini untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan penumpang dan pengguna jalan.

Tapi bisa ada beberapa bus yang tidak terkena razia. Karena itu kamu harus tetap berhati-hati dan pilah pilih bus dengan baik.

Naik Transportasi Sesuai Peruntukannya/Penyalahgunaan Alat Transportasi

Sebenarnya aku sering melihat hal-hal seperti ini. Contoh penggunaan alat transportasi yang tidak sesuai dengan penggunaannya adalah penggunaan mobil pickup untuk mengangkut orang. Padahal kita semua tahu, bak belakang mobil pickup seharusnya dipakai untuk mengangkut barang, bukan orang.
Sebagai karyawan Rumah Sakit yang letakknya dipinggir kota. Pembesuk pasien ditempat kerjaku biasanya datang berbondong-bondong kayak bedhol desa. Ada yang naik angkutan umum seperti bus dan mikrolet, ada juga yang menggunakan mobil pickup maupun truk. Dua yang disebut terakhir ini tidak sesuai dengan peruntukannya dan sangat berbahaya.

Aware Pada Keselamatan

Kita harus aware pada keselamatan dalam menggunakan transportasi baik ketika kita berkendara atau menggunakan kendaraan umum. Bila kita berkendara, maka kita harus mematuhi peraturan-peraturan lalu lintas. Karena bila kita tidak aware terhadap keselamatan diri kita. Bisa jadi orang lain akan menjadi korban karena kecerobohan kita. Karena itu aware terhadap keselamatan diri adalah sangat penting.

Gunakan Jalur Alternatif 

Pada kondisi-kondisi tertentu seperti Natal dan Tahun baru, terjadi lonjakan pengguna jalan yang sangat besar. Karena itu jangan memaksa untuk lewat di jalur utama atau jalan tol. Bila memungkinkan pilihlah jalur alternatif yang sudah disediakan oleh kemenhub. Misalnya selama mudik Natal dan Tahun Baru jangan melewati jalan tol Cipali untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.



APRESIASI PADA PARA PEJUANG TRANSPORTASI


Dalam acara ini Menhub memberikan apresiasi pada 50 pejuang transportasi terpilih dengan memberikan asuransi sebesar 25 juta rupiah.  



Penyerahan penghargaan ini diberikan kepada masing-masing instansi sebagai berikut:
  • Penjaga Lintasan
  • On Train Cleaning (OTC) 
  • Petugas Terminal
  • Petugas Dinas Perhubungan
  • Tenaga Kesehatan
  • Petugas BPBD
  • Petugas UPPKB/Jembatan Timbang
  • Kepolisian

 SESI NGOBROL SANTAI WARGANET DENGAN MENHUB

 

Acara ini ditutup dengan sesi ngobrol antara warga net (Blogger, Vlogger) dan komunitas-komunitas lain. Jujur saja aku baru tahu ada komunitas peduli aviasi, komunitas peduli pejalan kaki dan komunitas pecinta BRT.

Komunitas peduli Aviasi mengusulkan adanya perlindungan terhadap para pegawai yang berada di front line (berinteraksi dengan konsumen) terhadap potensi bullyng dari konsumen. 


Dari Blogger yang menanyakan tentang kereta api kebandara seperti yang ada di Bandara Sukarno Hatta Jakarta apakah akan beroperasi di Semarang. Pertanyaan ini mendapat apresiasi dan pujian dari Menhub Budi Karya Sumadi.  Bapak Menhub menerangkan Kereta Api Bandara ini sedang diusahakan. Saat ini pembebasan lahan sedang dilakukan di Solo.

Dari Asosiasi Peduli Pejalan Kaki mengusulkan tentang umur SIM  seperti diluar negeri dan SIM dikeluarkan oleh dinas perhubungan saja. Untuk masalah SIM dikeluarkan Dinas Perhubungan. Bapak Mentri dengan bijak mengatakan hal ini belum perlu, karena Polisi yang selama ini menangani masalah ijin SIM telah melakukan hal-hal yang maksimal.

komunitas pecinta BRT memberikan apresiasi terhadap BRT dan trans jateng. Bahkan menurut pengamatan komunitas pecinta BRT. Pengguna BRT semakin banyak. Namun sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pendukung, misalnya shelter yang nyaman atau armada bus yang kurang. Komunitas pecinta BRT memohon pada Bapak Menhub, bisa menghibahkan bus untuk menambah armada BRT.
Aku pribadi sangat mendukung penggunaan BRT, Tapi sayangnya perumahanku tidak dilewati BRT. Tapi alhamdulilah istri dan anak-anakku suka naik BRT, biasanya aku antar mereka sampai ke terminal BRT. Salah satu keluhan dari istriku adalah tentang jadwal yang tidak pasti. Pernah suatu ketika pada masa yang lampau istriku menunggu bis kearah bukit kencana tidak ada yang lewat, semua bis yang lewat ke arah PRPP semua (Trayek bus yang digunakan istriku adalah Bukit Kencana - PRPP). Karena sesi obrolan dengan Bapak Menhub yang terbatas. Keluhan istriku tidak sempat aku utarakan pada beliau.

Dan Acara ditutup dengan lagu Bohemian Rhaspody dari Queen yang dibawain dengan apik Band The RockStar






0 Comments:

Post a Comment