Widget HTML Atas

Ide Permainan Sederhana Untuk Ayah Membersamai Anak Yang Aktif

ide permainan sederhana untuk ayah membersamai anak

 Di masa pandemi ini, pemerintah membuat peraturan-peraturan sesuai protokol penanganan Covid-19. Salah satunya adalah pembatasan kontak fisik. Seperti yang kita tahu, cara penularan covid-19 melalui droplet yang kadang menempel di tangan atau tersembur ketika batuk.

Fasilitas pendidikan seperti sekolah, lembaga bimbingan belajar dan sebagainya juga ikut terdampak oleh kebijakan ini. Proses belajar mengajar tatap muka diubah menjadi tatap monitor atau tatap hape.  Aktifitas bermain anak diubah  dari bermain dijalan dan lapangan menjadi aktifitas main hape. 

Pada awal pandemi covid, aku termasuk orang yang parno dengan pandemi ini. Aku melarang anak-anakku keluar rumah. Kalaupun diperbolehkan, aku tidak memperbolehkan mereka bermain bersama teman-temannya.

Sedikit bercerita tentang keluarga kecilku. Aku adalah seorang ayah dari dua orang anak. Ifa sudah berusia 8 (hampir 9) tahun dan Affan (3 hampir 4) tahun.  Mereka berdua anak yang aktif sekali. Karena itu, dengan tiadanya sekolah dan bermain diluar bersama teman-temannya. Praktis menjadikan tenaga yang harus mereka keluarkan untuk beraktifitas jadi tersimpan sampai malam.

Sore hari adalah jam yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka, seperti cinderella ketika mendengar lonceng jam. Mereka langsung berhamburan ketika terdengar gerbang dibuka. Si kecil affan langsung melompat keluar jendela bersamaan dengan kakaknya membuka pintu. "Ayah pulang, ayo kita main!!!" teriak mereka.

Begitulah mereka. Kata ifa, ayah adalah teman bermain yang asyik. Entah di doktrin apa oleh istriku. Buat anak-anakku, ayah adalah teman bermain dan ibu adalah teman belajar. Pokoknya kalau ayah dirumah, kita mau main sama ayah (dalam fikiran Ifa dan Affan).

Kira-kira apa saja permainan sederhana yang sering aku dalam membersamai anak-anakku?

1. Lempar Bola

Bermain lempar bola sangat mengasikkan. Caranya, kami duduk bertiga. Aku dan Affan berseberangan, kemudia Ifa disebelah kanan. Kami saling melempar bola secara random. Hal yang berbeda adalah, kami bermain lempar bola sambil bermain kata. 

Misalnya aku melempar bola ke arah Affan. Maka aku membuat kalimat dengan subyek Affan. Misalnya "Affan suka bersih-bersih", "Affan pipisnya di kamar mandi". Dan sebaliknya, ketika Affan melempar bola kearah Ifa atau ayahnya, dia juga harus membuat kalimat dengan subyek kakak atau ayahnya. Misalnya "Ayah suka makan".

Kadang mereka mereka sengaja melempar dengan keras, biar ayahnya capek ngambilin bola. Kadang juga Affan yang suka melucu dengan bolanya. Entah itu pura-pura melempar atau sengaja tidak menangkap bola dan lain sebagainya.

Tujuan: Selain asik, permainan ini memiliki nilai edukasi yang tinggi. Menyusun kata-kata seharusnya kita latih sejak dini. Dengan perbendaharaan kata yang banyak. Anak-anak bisa memahami sesuatu dan bisa mengutarakan sesuatu dengan baik. Selain itu bermain mengolah kata memberikan efek yang baik bagi tumbuh kembang anak.

2. ABC 5 Dasar. 

ABC 5 dasar adalah bermain tebak kata. Permainan ini biasanya dilakukan aku dan Ifa, sedangkan Affan dia suka menirukan kami menebak kata. 

Cara bermain:

Kami berseru ABC 5 Dasar!, kemudian letakkan kedua tangan meja,  Jari yang tidak dihitung dilipat kedalam. Setelah itu Ifa menghitung jari yang tidak dilipat, tapi angka diubah dengan huruf alphabet. "A,B,C,D,E".

Misalnya jumlahnya 10, berarti huruf "J", maka Ifa dan ayah harus menyebutkan nama-nama object dengan huruf depan "J". Permainan ini adalah permainan yang sangat mudah untuk ayah, namun tidak untuh Ifa. karena kecepatan berfikir dan analisa yang masih terbatas. 

Tips: Ayah diperbolehkan dan wajib membantu anak untuk menyebut nama-nama benda, namun tidak menyebutkan namanya. Ayah hanya boleh memberikan clue saja.

Tujuan: Permainan ini  digunakan untuk mengolah bahasa dan pengenalan object pada anak. Sermainan ini juga bisa menjadi ajang belajar bahasa bagi anak lewat clue yang disebutkan. Misalnya "Lawan kata bohong apa", atau "Kalau ayah bilang ke Ifa, nanti ayah pulang jam 4, berarti ayah sudah apa?"

3. Balapan

Balapan adalah permainan kesukaan Affan. Permainan ini adalah permainan ketangkasan. Biasanya kami balapan dari depan rumah sampai gerbang kampung atau dari depan rumah sampai ujung kampung (Aku tinggal di gang buntu).    

Seperti yang kita tahu, pada masa pandemi ini kita harus berhati-hati. Kita tidak tahu siapa yang terkena covid, padahal banyak orang tua yang sudah memperbolehkan anaknya bermain diluar rumah. Salah satu bentuk pencegahan covid namun tetap bisa bermain dirumah adalah dengan tetap menjaga jarak dari orang-orang yang tidak kita ketahui protokol kesehatannya. 

Setiap akan bermain balapan, aku mencari tempat aman yang hanya kami bertiga saja yang bermain. Kalau anak-anak pada main dilapangan depan gerbang, maka kami bapalapan dari depan rumah ke ujung kampung, dan sebaliknya.

Tujuan: Balapan dengan berlari adalah bermain sekaligus berolah raga. Tidak ada yang menyangkal berlari bisa membuat organ tubuh kita bekerja dengan baik. Selain itu juga meningkatkan semangat kompetisi untuk anak, dan memberikan pengertian bahwa kalah adalah hal harus diterima, namun tidak untuk disesali.

Point terakhir ini sangat penting ayah sematkan ketika membersamai anak. Untuk itu terkadang dibutuhkan kerja sama dengan anak pertama untuk memenangkan Affan, karena secara normal Affan tidak akan menang meskipun dia sudah berlari kencang. Kerja sama ini juga memberikan pelajaran pada Ifa, bahwa mengalah kadang diperlukan untuk mencapai kemenangan.

4. Petak Umpet

Permainan petak umpet adalah permainan favoritnya Ifa. Dan Affan juga sih. Permainan ini bisa dilakukan dimana saja, bahkan didalam rumah.

Cara bermain: Petak umpet adalah permainan mencari dan bersembunyi. Berbeda dengan permainan petak umpet biasa. Kami tidak menggunakan suit untuk menentukan siapa yang jadi (yang mencari). Kami menggunakan sistem bergantian saja. 

Tujuan: Tujuan permainan ini sama dengan balapan sih, bermain sekaligus berolah raga. Karena ada unsur-unsur balapannya juga. Apalagi anak-anak kalau mumpet suka jauh-jauh. Kadang sampai Mushola didepan kampung.

 5. Susur kampung

Sebenarnya susur kampung bukan bermain sih, tapi jalan-jalan. Biasanya kami lakukan sore hari sekitar jam setengah 5 atau jam 5. Rutenyapun tidak jauh, paling hanya 15 menitan saja. Rute perjalanannya hanya memutari kampung dekat rumah. Tentu saja kami menerapkan protokol kesehatan minimal yaitu menggunakan masker. Di perjalanan kami bercerita, atau ayahnya menunjukkan tentang bunga, pohon dan sebagainya. Sederhana sekali ya? sampai bingung aku menceritakannya. Fungsi permainan ini untuk melekatkan/bounding ayah dan anak-anak. Supaya anak-anak nyaman bercerita dengan ayahnya. 

Biasanya kan anak agak susah mengobrol dengan anak (maaf aku nggak pernah merasakan tinggal dengan ayah, -red), dengan permainan ini. Kedekatan anak dan ayah akan terjalin.

 

KESIMPULAN

Demikian ide permainan yang sangat-sangat sederhana dan sering aku lakukan bersama dengan anak-anakku, bukan hanya selama pandemi. Tapi sudah sering kami lakukan sebelum pandemi.

Yang paling utama dalam bermain dengan anak adalah menjalin kedekatan dan memberikan contoh pada anak. Anak adalah peniru ulung. 

Semoga dengan seringnya ayah  berinteraksi dengan anak, membicarakan hal-hal baik dan menceritakan hal-hal yang baik akan memacu tumbuh kembang anak menjadi baik. Aamiin


9 comments for "Ide Permainan Sederhana Untuk Ayah Membersamai Anak Yang Aktif"

  1. Keren bingo. Udah berasa baca blog profesional.

    Kontennya juga bisa aku terapkan sebentar lagi. Makasih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kakak. Padahal pas awal nulis sempat stack 1 jamman. Semoga bermanfaat

      Delete
  2. Jujur, pada paragraf pembuka lumayan formal gaya bahasanya. Setelah sedikit bersabar, akhirnya pembawaan yang santai dan mengena selalu ditunjukkan.

    Permainan-permainan ini sebetulnya sudah lumrah, namun karena pengemasan dan pesannya tidak biasa, membuat tulisan ini punya daya tarik tersendiri.

    Satu lagi. Analisa, pengalaman, perasaan, dan edukasi, tertuang dengan porsi yang pas disini.

    Harapan kedepannya, Ulfahpun bisa menyajikan suatu tulisan yang renyah dan terstruktur seperti ini. Mohon bimbingannya kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Terima kasih sekali krisannya. Penyakitku di menulis adalah kesulitan membuat kalimat pembuka. Sempat stack pas membuat kalimat pembuka. Semoga besok bisa lebih baik lagi

      Delete
  3. Ide permainannya asyik... Anakku kecil paud malah nantangin terus main kartu remi. Wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anakku dua-duanya nggak bisa anteng kak, kayak the flash.
      Tapi bapaknya kok nggak kurus-kurus ya

      Delete
  4. Edukatif cara bermain seperti itu. Pembelajaran saat ini harus semakin diperbanyak di rumah... Dengan cara menyenangkan

    Akibat pandemi anak-anak belum bisa bersekolah dengan normal.. Tapi mudah-mudahan segera berakhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Biasanya anak-anak lebih bahagia kalau yang membersamai mereka adalah ayahnya.
      Seperti kata anakku. "Ayah adalah teman bermainku, kalau bunda teman belajar".
      Saking asiknya bermain dia nggak sadar, kalau barusan kami bermain sambil belajar 😀

      Delete
  5. Waah kalau dilihat-lihat jenis permainan disini asik-asik semua tuuh ..., bisa dikatakan aku banget soalnya kecilnya aku hobi banget main bola dan petak umpet wwkk..
    Nguras tenaga tapi menyenangkan!

    ReplyDelete

Post a Comment