Widget HTML Atas

Mesin Javascript Dibalik Browser


Dunia digital tidak lepas dari perkembangan browser dan hal-hal didalamnya. Perkembangan browser dan mesin javascript ditambah juga dengan teknologi pemrograman server web membuat hampir semua aplikasi bisa dibuat dalam versi web. 

Sebut saja Canva. Dahulu kala orang-orang tidak membayangkan aplikasi design grafis bisa berjalan browser. Nyatanya sekarang semua aplikasi-aplikasi itu bisa dibuat dan berjalan dengan lancar. 

Salah satu sahabatku sekaligus guruku pernah berkata "Semua akan Javascript pada waktunya." Yang diucapkannya sudah menjadi kenyataan. Javascript merajalela. Bukan hanya berjalan di browser. Bahkan sekarang javascript bisa berjalan sebagai server. Ajaib kan?

Javascript menjelma menjadi apa saja. Pemrograman di browser, server bahkan mobile. Padahal awalnya tujuan pembuatan javascript itu sederhana sekali, "Ingin membuat tampilan yang interaktif." Tapi ternyata Javascript terlalu dinamis dan interaktif.

Tapi tahukan kalian, Javascript bukanlah bahasa pemrograman yang memiliki compiler sendiri. Perkembangan Javascript erat kaitannya dengan perkembangan mesin browser. Karena pada dasarnya Javascript tidak berjalan mandiri seperti halnya aplikasi executable seperti halnya aplikasi berbasis compiler.  Skrip-skrip Javascript diterjemahkan oleh web browser dan akhirnya terlihat seperti yang kalian lihat di layar laptop atau komputermu.

Seperti yang kamu tahu, mesin Javascript berkembang sesuai perkembangan mesin browser. Mesin browser berbeda bukan web browser ya. Mesin browser adalah core atau kernel dari sebuah browser. Browser bisa bermacam-macam, tetapi mesin browser yang digunakan saat ini ada 3. yaitu 

Gecko, Webkit dan Blink. Saat ini Gecko secara resmi sudah digantikan oleh mesin Quantum. Mungkin besok aku akan ulas tentang mesin-mesin browser ini.   

Saat ini ada 3 web browser yang mendominasi pasar web browser, yaitu c Berikut ini daftar mesin-mesin Javascript yang digunakan oleh browser-browser terkenal:

V8 Engine

Mesin V8  ini bukanlah mesin mobil, tetapi mesin Javascript yang dikembangkan oleh google untuk browser chromium. Engine V8 menjadi salah satu titik awal mengguritanya Javascript. 

Engine V8 digunakan oleh Node.js untuk membuat Javascript berjalan mandiri diluar browser. Sebelumnya Javascript dieksekusi oleh browser web. Nodejs membuka peluang Javascript naik kelas menjadi bahasa pemrograman yang bisa berjalan dimana saja. 

Dahulu kala, untuk membuat aplikasi yang berjalan di server kita harus menggunakan PHP, ASP atau PERL. Hingga seorang programmer bernama Ryan Dahl membuat runtime Javascript bernama NodeJs yang memungkinkan Javascript berjalan sebagai server dengan menggunakan mesin V8. 

Kelebihan NodeJs dibanding bahasa pemrograman lain saat itu adalah dukungan websocketnya yang powerfull. Apa sih gunanya web socket? Web socket digunakan untuk membuat komunikasi realtime antara server dengan browser. Misalnya aplikasi chatting di facebook web atau paling mudahnya sistem notifikasi kalau ada email baru. Sebelum ada nodejs. Sistem pembuatan notifikasi dengan cara mengirim ajax request secara terus menerus dari browser ke server. Dengan teknologi web socket dan NodeJs, proses pengiriman pesan notifikasi langsung dilakukan oleh server, tanpa request dari browser.

Selain membuat Javascript bisa berjalan di server side. V8 juga digunakan untuk membuat Javascript bisa berjalan di desktop seperti halnya aplikasi executable. Contoh aplikasi yang menggunakan emulator V8 adalah visual code dan text editor atom

Sedangkan browser yang menggunakan mesin V8 diantaranya adalah browser-browser berbasis chromium seperti Google Chrome, Microsoft Edge, Vivaldi dan Brave.

SpiderMonkey

SpiderMonkey memiliki sejarah yang panjang, sepanjang sejarah Javascript itu sendiri. SpiderMonkey pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich. Kalau kalian sudah membaca artikelku tentang sejarah Javascript, kalian akan tahu babang Brendan Eich ini yang membuat Javascript. Berarti perkembangan mesin SpiderMonkey sepanjang sejarah Javascrip. "WOW."

Pada jaman dahulu kala ada sebuah browser yang cukup terkenal dengan nama Netscape Navigator. Browser ini sangat powerfull dimasanya.  Setelah Netscape di akuisisi oleh AOL. Netscape membuat foundation dengan nama mozilla.org. Mozilla org adalah cikal bakal dari mozilla firefox yang juga terkenal. Mozilla firefox menggunakan mesin browser Netscape, yaitu Gecko dan mesin javascript SpiderMonkey.

Meskipun sekarang Mozilla firefox sudah tidak menggunakan Gecko lagi. Namun mesin Javascriptnya tetap SpiderMonkey. Seperti iklan minuman dinegara kita. "Apapun makananannya, minumnya tetap teh botol S*sr*".

Javascript Core

Javascript Core dikembangkan oleh Apple untuk mendampingi mesin browser Webkit di browser besutan mereka yaitu the one and only "SAFARI".  Javascript Core dibuat dari library KDE Javascript Core (KJS).  Javascript Core secara ekslusif dibuat oleh Apple untuk Apple. 

PENUTUP

Dibalik suami yang keren, ada istri yang keren. Sama halnya dengan Javascript. Dibalik Javascript yang keren ada mesin Javascript yang keren. Tanpa mesin-mesin itu, Javascript secanggih apapun tidak akan ada gunanya. Selain mesin Javascript masih ada lagi mesin browser atau bahasa inggrisnya browser engine. Kapan-kapan dibahas deh kalau pas nggak dapat ide tulisan :P~.

  

2 comments for "Mesin Javascript Dibalik Browser"

Post a Comment