Obat Herbal Lebih Baik Dari Obat Kimia?

Obat Herbal Lebih Baik Dari Obat Kimia


Apakah benar obat herbal lebih baik dan aman dari pada obat kimia? pertanyaan sedang hits saat ini. Terutama pada masa pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya. Berbicara tentang Covid-19, aku sendiri tidak yakin akan ditemukan obatnya. Seperti yang kita tahu, Covid-19 disebabkan oleh virus corona. 

Gejala-gejala Covid-19 sama dengan penyakit flu, penyebabnyapun hampir sama, yaitu virus. Jika flu disebabkan oleh virus influenza, sedangkan covid-19 disebabkan oleh virus Corona.

Dari beberapa sumber yang aku baca. Sebenarnya penyakit flu tidak ada obatnya. Obat-obat flu yang beredar saat ini tidak membunuh virus flu, namun hanya meredakan gejala-gejala flu seperti demam, hidung tersumbat dan lain sebagainya. Kalau kalian tidak percaya bisa kalian baca di kemasan obat flu kesayangan kalian. di judulnya biasanya bertuliskan "Meringankan gejala flu seperti demam,  sakit kepala, hidung tersumbat." Tidak ada kata-kata menyembuhkan flu, membunuh virus influenza dan lain sebagainya. Lalu siapa yang membunuh virus influenza di tubuh kita? yang membunuh virus influenza adalah sistem kekebalan tubuh kita. Oleh karena itu ketika kita mengalami sakit flu disarankan untuk istirahat yang cukup, meminum multi vitamin, terutama vitamin C untuk meningkatkan ketahanan tubuh.

Menurut ahli naturopati yang juga seorang dokter, Dr dr Amarullah H. Siregar, FBIHom, DIHom, DnMed, Msc, MA, PhD, orang sering kali menggunakan paradigma obat untuk menjelaskan fungsi dan manfaat herbal.

"Banyak orang salah kaprah tentang pengobatan. Sebenarnya, apa yang orang inginkan, disembuhkan atau diobati? Kalau hanya mengobati, berarti tidak memberantas akar penyakit yang ada. Jadi semestinya harus dicari sumber penyakitnya, sehingga dapat dicarikan solusinya," kata Amarullah dalam diskusi tentang sehat dengan herbal yang diadakan sebuah produsen obat herbal modern.

Sebagai contoh dalam pengobatan diabetes. Paradigma pengobatan yang dilakukan umumnya adalah untuk mengontrol gula darah, dengan dosis obat yang terus bertambah. "Padahal masalah ada di fungsi pankreas yang mundur. Maka sebaiknya fungsi pankreaslah yang dikembalikan vitalitasnya," katanya.

Pengobatan konvensional secara umum biasanya hanya mengatasi gejala. Padahal tubuh adalah suatu kesatuan. Justru ketika sakit. Bagian tubuh yang sehat seharusnya diberdayakan membantu bagian tubuh yang sakit. tambahnya.

Bila kita cermati, pengobatan konvensional (kimia) memang untuk mengatasi gejala-gejala yang spesifik. Berbeda dengan obat herbal yang bisa mengobati beragam penyakit. Lalu bagaimana bisa satu obat herbal bisa mengobati beragam penyakit, sedangkan obat kimia hanya mengatasi satu gejala saja.

Cara kerja obat kimia dan obat herbal memang berbeda. Obat kimia mengatasi suatu masalah pada titik masalah (gejala) tersebut. Sedangkan obat herbal bekerja dengan menyelaraskan kembali sistem tubuh manusia. 

Seperti yang kita tahu, Allah membekali manusia dengan sebuah sistem yang sangat kompleks. Salah satuanya adalah sistem kekebalan, degenerasi organ dan lain sebagainya. Suatu penyakit biasanya menimbulkan ketidak seimbangan oleh tubuh. sehingga salah satu cara menyembuhkan penyakit adalah dengan mengembalikan keselarasan tubuh.

Obat Kimia

Apakah benar obat kimia bukan obat alam? Obat-obat kimia sebenarnya dibuat dengan mempelajari sistem tubuh dan interaksi kimia didalamnya. Bukan hal yang mustahil ketika mempelajari sistem tersebut, para ilmuwan mengambil manfaat dari kandungan obat herbal yang pernah ada. Sebagai contoh aspirin, digoxin, morfin merupakan obat yang bahan dasarnya berasal dari tanaman. 

Obat kimia mengekstrak kandungan dari suatu bahan, misalnya tanaman, Zat-zat kimianya dipisahkan untuk dijadikan produk tertentu. Sebagai contoh vitamin C. Vitamin C banyak tersedia di bahan makanan seperti buah dan sayuran. Bahkan sepertinya tidak ada buah dan sayuran yang kandungannya hanya Vitamin C saja. Oleh pabrik obat Vitamin, Vitamin dari buah dan sayur itu dipisah-pisah kemudian dijual terpisah

Obat kimia biasanya sudah melalui proses uji klinis. Kandungan, cara kerja dan batasan penggunaannya sudah dipelajari dengan berbagai percobaan dan administrasi yang cukup kompleks sebelum akhirnya dilepas ke publik. Kandungan-kandungannya terdaftar sehingga kita tahu apa saja yang terdapat dalam obat tersebut dan fungsi dari kandungan tersebut.

Beberapa obat kimia memiliki efek buruk pada tubuh dan beberapa obat bisa menimbulkan kecanduan. Biasanya efek-efek seperti ini juga sudah dipelajari dan diingatkan sebelumnya. Jika kita baca kemasan obat, biasanya tertera efek jangka pendek seperti mengantuk dan efek jangka panjang (kerusakan ginjal dsb) .

Obat-obat kimia sudah melalui serangkaian tes ilmiah dan terbukti efektif. Terkadang efeknya cepat dan instan. 

Obat Herbal

Ada obat-obat kimia yang mengekstrak kandungan dari tanaman. Bagaimana bisa para ilmuwan yang menemukan obat kimia tahu bahwa di dalam tanaman tersebut ada kandungan yang bisa menyembuhkan? Obat herbal lebih lama digunakan dan terbukti manfaatnya. Sehingga membuat para ilmuwan tertarik dan mempelajarinya. Namun mereka memisahkan kandungan-kandungannya dan dijual terpisah.

Indonesia adalah salah satu gudang obat herbal. Indonesia memiliki keragaman tanaman yang  sangat banyak. Obat-obatan herbal sudah ada sejak lama dan disebarkan secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Obat herbal biasanya terbuat dari tanaman, akar, daun, bunga, buah bahkan bijinya. 

Berbeda dengan obat kimia yang hanya mengobati satu gejala saja. Obat herbal biasanya bisa mengobati berbagai macam penyakit. Misalnya madu. Madu memiliki kandungan gizi yang banyak sekali sehingga mampu membantu tubuh memperbaiki sistem tubuh supaya berfungsi lebih baik. Selain madu, sebagian besar obat herbal yang diambil dari tanaman memiliki kandungan anti oksidan yang tinggi. Kandungan anti oksidan membantu memperbaiki sistem tubuh sehingga fungsi tubuh akan bekerja dengan lebih baik.

Ciri-ciri Obat Kimia

  • Bersifat paliatif, artinya obat ini akan menyembuhkan penyakit, tetapi bila obat tersebut terjadi pengendapan akan menjadi racun yang berbahaya.
  • Bersifat sympthomatis, artinya obat ini hanya ditujukan untuk penyakit itu saja dan hanya menghilangkan gejalanya.
  • Diproduksi menggunakan alat cangging dan tentunya tercampur bahan kimia lain.
  • Reaksi penyembuhan yang cepat, namun jika dikonsumsi secara terus menerus setiap waktu maka akan beresiko melemahkan organ tubuh yang lain.
  • Hanya menyembuhkan penyakit yang bersifat akut.
  • Memiliki efek samping yang menimbulkan iritasi lambung, hati, ginjal, dll

Ciri-ciri Obat Herbal

  • Tidak menyembuhkan satu gejala penyakit tapi menyembuhkan ke organ tubuh lain dan sampai ke akarnya.
  • Diproduksi asli tanpa campuran bahan kimia dan bebas toksin . Contohnya seperti jamu.
  • Bersifat kuratif, artinya bena-benar bersifat menyembuhkan.
  • Tidak menimbulkan efek samping, asalkan diracik oleh herbalis yang ahli.
  • Terbuat dari rempah-rempah atau bahan alami yang tentunya memiliki khasiat yang luar biasa.
  • Reaksi lambat tapi bersifat konstruktif.
  • Hanya untuk mencegah, pemulihan, dan mengobati penyakit yang memerlukan pengobatan yang lama.

Obat Herbal Atau Kimia?

Jika tujuannya adalah menyembuhkan, Obat herbal adalah pilihan yang tepat. Bukan hanya kesembuhan penyakit yang kita dapatkan. Tetapi juga tubuh yang lebih sehat. 

Namun bukan berarti obat konvensional tidak diperlukan. Obat kimia terbukti secara klinis mengobati gejala dengan cepat. Terutama dalam kondisi akut. Namun untuk memperbaiki fungsi tubuh sebaiknya pasien juga mengkonsumsi obat-obatan herbal yang sesuai.

Apakah Obat Herbal Aman Di Konsumsi?

Karena terbuat dari bahan-bahan alami dan sudah turun temurun, masyarakat menganggap obat herbal aman dikonsumsi. Benarkan demikian?

Secara umum obat-obat herbal aman dikonsumsi, namun ada beberapa pasien yang mungkin memiliki kondisi tubuh atau kondisi lain yang mempengaruhi. Misalnya meminum obat herbal bersamaan dengan obat kimia yang bahannya berinteraksi buruk pada kandungan bahan kimia lain.

Masalahnya pengawasan obat herbal tidak seketat obat kimia, gambaran tentang efek samping obat herbal tidak terdokumentasi dengan baik.

Permasalahan klasik dari obat herbal adalah kurangnya uji klinis terhadap obat tersebut. Hal ini bisa dimengerti karena biaya untuk melakukan uji klinis sangat mahal. 

Kadang produsen obat herbal juga tidak mencantumkan bahan-bahannya dengan lengkap, sehingga ada informasi tersembunyi yang tidak kita ketahui. 

 -----------------------------------------

Pengalamanku Dengan Obat Herbal

Obat Kimia dan herbal seharusnya bisa saling berdampingan. Aku sendiri pengguna keduanya. Aku memiliki riwayat darah tinggi. Dulu aku mengkonsumsi amlodipine dan habatussauda sebagai pendamping. Tapi sekarang aku hanya mengkonsumsi Habatussauda saja. Kecuali kalau badan terasa tidak enak sekali (tensi naik). Selain mengkonsumsi Habat tentu saja pola hidup juga harus diperbaiki. Tapi aku belum berhasil sepenuhnya mengubah pola hidup :(.

Tips Aman Mengkonsumsi Obat Herbal

Karena standarisasi dan pengawasan obat herbal kurang begitu baik. Ada beberapa tips yang aku jalankan.

Membeli Produk Yang Telah Terdaftar di BPOM RI.

Produk Obat Herbal yang aman adalah yang sudah terdaftar di BPOM RI, karena BPOM RI memiliki standart pengujian apakah produk tersebut aman atau tidak. Meskipun harga obat-obat yang terdaftar di BPOM relatif lebih mahal dari pada obat yang tidak terdaftar. 

Cek Tanggal Kadaluarsa Produk

Sama halnya dengan obat dan makanan, obat herbal juga memiliki tanggal kadaluarsa. Pastikan membaca cara menyimpan dan tanggal kadaluarsa obat di kemasan. Supaya kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Ikuti Petunjuk pemakaian dan Dosis Obat di Kemasan 

Bacalah petunjuk pemakaian dan dosis yang tertera dalam obat herbal, dan ikuti panduan tersebut. Karena prinsip tubuh adalah keseimbangan. Mengkonsumsi lebih banyak bukan berarti lebih baik.

Jika Kurang Yakin, Konsultasikan Pada Dokter

Saat ini medis dan herbal sudah bersahabat. Jangan merasa bahwa dokter tidak pro obat herbal. Dokter  yang berpengalaman memiliki pengetahuan tentang kandungan obat dan interaksi obat terhadap bahan kimia lain atau manusia. Oleh karena itu, demi keamanan, konsultasikan ke dokter jika kita akan mengkonsumsi obat herbal.

sumber:

  • opini pribadi
  • https://gaya.tempo.co/read/250169/herbal-bukan-obat
  • https://www.kompasiana.com/alinevelyn/54f671f2a33311f0018b4d06/perbedaan-obat-herbal-dan-obat-kimia
  • https://www.alodokter.com/panduan-mengonsumsi-obat-herbal










 

22 comments for "Obat Herbal Lebih Baik Dari Obat Kimia?"

  1. saya sebagai farmasis setuju sama artikelnya mas, kereen, huhu jadi minder ni 😁 dan ya, bener, harus beli jamu yang udah BPOM, karena terkadang banyak oknum nakal yang menambahkan obat kimia ke dalam produk jamu tersebut supaya lebih keliatan khasiatnya gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mbak. Bener banget mbak, kadang ada oknum nakal yang menambahkan zat kimia supaya terlihat cespleng

      Delete
  2. saya tim 'tolak angin' untuk semua gejala ringan yang dialami tubuh :)

    ReplyDelete
  3. Mau itu obat herbal atau kimia, saya akan tetap tidak suka hahaa😹 sama2 tidak enak, semoga kita sehat selaluu

    ReplyDelete
  4. Dua-duanya tidak enak Kak hehe

    ReplyDelete
  5. Terima kasih kak atas tulisannya.
    Bermanfaat. Mantap kak.....

    ReplyDelete
  6. Saya sih tergantung kebutuhan, dan usahakan meminum secukupnya dan sesuai petunjuk dokter karena sesuatu yang berlebihan akan tidak baik 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali. Saat ini aku combine sih, terutama buat nurunin tensi. aku rutin minum habats

      Delete
  7. tulisannya nambah wawasan ... tetapi perlu diingat dua-duanya gak enak semua lebih baik tidak usah dipilih ... hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mbak. Obat herbal seperti madu bagus kok mbak dikonsumsi setiap hari

      Delete
  8. Baik herbal maupun kimia, sama - sama sering menggunakan...terimakasih, informatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. toss, sama mbak. Terutama saat pandemi seperti ini. suplement harus dikencengin

      Delete
  9. Saya lebih suka herbal... Minim efek samping

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak, sebagai seseorang bertensi tinggi. aku minum obat kimia kalau pas badan nggak enak banget

      Delete
  10. Penting banget ya bang, beli obat yang ada BPOM nya.... Jangan sampai gag ada itu. Apalagi untuk penyembuhan. Sehat selalu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, soalnya yang kita beli adalah obat yang harus ada standartnya

      Delete

Post a Comment