Widget HTML Atas

Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak

Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak

Apakah benar anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya dari pada ayahnya? Kalau dalam keluarga kecilku sepertinya mitos ini tidak berlaku. Meskipun kalau dihitung dari waktu bersama, tentu saja ayah bakal kalah dengan bundanya. Nggak mungkin ayah bisa menyamai waktu bersama anak, kecuali ayahnya yang dirumah, istrinya yang kerja. Ups, aku pernah sih. Tapi gara-gara hal itu aku memutuskan untuk mencari pekerjaan kantoran lagi. Bayangkan saja, sebagai pekerja freelance aku lebih senang bekerja di malam hari. Esok paginya ketika aku ingin tidur, anakku bangun dan "ketika ayah dirumah maka ayah harus mengajakku bermain seharian." Jadilah aku seperti zombie, mata mengantuk tapi harus menemani anakku bermain.  Sebenarnya aku senang menemaninya bermain. Tapi tubuh rentaku ini juga butuh istirahat.

Para ayah yang dirahmati Allah SWT. Sesibuk-sibuknya kita bekerja mencari uang demi segenggam berlian, kita tetap harus dekat dengan anak-anak. Karena bounding atau kedekatan anak dengan ayahnya membawa pengaruh yang besar pada anak maupun pada ayah sendiri.

Pengaruh Pada Ayah

Kedekatan ayah pada anak bukan hanya berpengaruh pada anak, tetapi juga pada ayahnya. 2 hal ini adalah perasaan yang dominan ketika aku berada didekat mereka:

Merasa Lebih Bahagia 

Hal yang selalu aku rindukan kalau pas ingat adalah setiap pulang kerja disambut oleh anak-anakku digerbang rumah. Seketika si sulung membukakan pintu, adiknya dengan lincah berlari melompat keluar lewat jendela kemudian naik kemotor sambil berteriak "ayaaaah". 

Setelah memarkirkan motor di teras rumah, aku bergegas mencuci tangan. Mengingatkan anak-anak memakai masker dan kamipun bermain bersama. Hanya permainan-permainan kecil, kadang kami juga berjalan-jalan menjejah kampung-kampung sekitar rumah. Kepenatan ketika kita rasakan di kantor langsung hilang melihat senyum mereka.

Koneksi Yang Kuat Antara Ayah Dan Anak

Kedekatan ayah dengan anaknya membuat mereka lebih terkoneksi. Anak akan memandang ayahnya sebagai SuperDad,  sosok yang mereka kagumi dan rindukan disetiap harinya. Mereka menjadi senang bercerita dengan ayahnya. Misalnya saja setiap pulang sekolah, Ifa sering bercerita tentang pengalaman sekolah hari ini tanpa ayahnya minta. Padahal kalau sama ibunya dia nggak cerita kalau nggak ditanya. 

Selain itu banyak hal-hal lucu yang terjadi, misalnya ketika Ifa tangannya terluka lalu merajuk ke ayahnya. Tiba-tiba adiknya ikut merajuk, "Ayah tanganku sakit." katanya. "Sakit kenapa affan?" tanyaku. "Kemarin jatuh," jawabnya. Padahal jatuhnya sudah dari 3 hari yang lalu dan nggak luka.  

Pengaruh Pada Anak

Bounding/kedekatan antara ayah dan anak memberikan hal-hal positif pada anak. Jujur saja aku tidak pernah merasakan hal ini. Tapi aku merasa anak-anakku merasakannya. Semoga aku tidak salah terka.

Anak Menjadi Lebih Bahagia

"Ayah adalah teman bermain yang asik." Begitulah kata Ifa, anak sulungku. Ehm, aku tidak tahu perasaan si bungsu Affan, tapi biasanya dia mengamini yang kakaknya katakan.  Apa sih yang paling membahagiakan dari anak-anak selain bermain. Dunia anak-anak adalah bermain. Dan ketika ayahnya mau bermain bersama mereka. Rasanya mereka tidak memerlukan teman lainnya untuk bermain. Bahagianya mereka ditemani ayahnya lebih terasa dibandingkan bermain dengan teman-teman sebayanya. Karena ada rasa kekaguman, kebanggan dan perasaan dicintai dan diperhatikan. CMIIW.

Merasa Nyaman Dan Terlindungi

Biasanya ayah yang senang menemani anaknya adalah ayah yang penyayang, ciee "Masak sih :P~?" Sebagai laki-laki, ayah punya sisi maskulin. Kuat, sabar dan punya sisi melindungi. Sehingga anak akan merasa nyaman dan terlindungi.

Anak Menjadi Cerdas

Dalam membersamai anak, ayah bisa mengajak mereka bermain yang mengolah otak. Misalnya tebak-tebakan, merangkai kata atau menyebut nama-nama benda. Aku sering melakukan permainan ini. Misalnya bermain lempar bola. Setiap melempar bola harus menyusun kata-kata penyemangat. Misalnya "Juruuuss Affan Suka Makan." Meski sederhana, tapi permainan ini akan menambah perbendaharaan kata buat Affan. Selain itu kami sering bermain ABC 5 dasar. Kalau ini permainan untuk Ifa yang sudah memiliki banyak perbendaharaan kata. Affan mah niruin kakaknya ngomong.  

Anak Menjadi Lebih Berani Mengambil Keputusan

Sosok ayah sebagai seorang pemimpin akan menurun pada anak-anak. Melalui permainan dan bercerita, secara tidak langsung kita akan membekali anak untuk berani mengambil keputusan. Ketika seorang anak kagum kepada ayahnya. Mereka akan memiliki kebanggaan yang luar biasa ketika merasa membantu ayahnya. Salah satunya dengan ikut atau membuat keputusan. Misalnya nih ketika ibunya mengantarkan Ifa belajar ke Ustadzahnya. Ketika pulang, ibunya bingung mau lewat mana  (ibunya anak-anak suka susah menghapalkan jalan). Ifa langsung memberi tahu, "lewat sana bun." Katanya. Lalu ketika sampai dirumah, dengan bangga dia bercerita pada ayahnya tentang perjalanannya.  

Anak Menjadi Kreatif

Karena dekat dengan ayahnya, Ifa dan Affan menjadi pribadi-pribadi yang kreatif. Termasuk kreatif mberantakin rumah hahaha. Bisa kebayangkan rumah nggak pernah rapi. Jangankan dirapikan malam hari. Pagi dirapiin baru ditinggal sebentar sudah berantakan lagi. Sebenarnya saking kreatifnya mereka, semua dipakai bermain. Duh.
Sebenarnya aku kasihan pada istriku. Apalagi selain mengerjakan perkerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, menata baju kotor, memasak dan menemani anak-anak, dia juga sibuk menulis blog maupun bekerja freelance sebagai konten writer.

Tapi sebatas kasihan saja sih. Tetap saja dia yang merapikan rumah.  

Anak memahami bagaimana memperlakukan lawan jenis/perempuan

Kedekatan ayah dan anak secara tidak langsung menunjukkan kepada mereka bagaimana bersikap pada lawan jenis. Karena ada masanya juga kami satu keluarga beraktifitas bersama. Saat melakukan aktifitas bersama, anak-anak akan belajar dari kita (orangtua) tentang memperlakukan lawan jenis. Misalnya Affan akan belajar sebagai laki-laki harus melindungi dan sabar terhadap perempuan. Harus perhatian pada perempuan. Sebenarnya nggak harus sih. Tapi bapaknya Affan memang perhatian banget sama emaknya. 

PENUTUP

Peranan ayah sangat penting dalam menyiapkan anak menuju peradaban yang gemilang. Seperti yang seringkali  Ustad Budi katakan. "Yang kita lakukan sekarang adalah menyiapkan anak-anak kita menuju kedatangan peradapan yang gemilang". Ayah sebagai kepala keluarga seharusnya memberi porsi yang maksimal dalam membersamai anak. Memberikan contoh dan mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya.  

4 comments for "Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak"

  1. Jadi intinya, Affan sama Iffa apakah kedekatannya lebih ke ayah Martin daripada ke bunda Marita?��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya dekat semua sih. Tapi kalau ayahnya dirumah, bundanya nganggur hehe

      Delete
  2. Tapi sebatas kasihan saja sih. Tetap saja dia yang merapikan rumah.

    ⏬⏬⏬⏬⏬

    🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈

    ReplyDelete

Post a Comment