Widget HTML Atas

Peta Usia Nabi Muhammad PART 1 Fase Persiapan

Peta Usia Nabi Muhammad Part 1


Peta Usia Nabi. Seberapa pentingkah kita mengetahui peta usia Nabi Muhammad SAW? Mengetahui peta usia nabi sama halnya dengan pentingnya kita mengetahui perjalanan hidup pasangan kita. Atau mungkin lebih penting dari itu. Kalau dengan kekasih kita saja kita kepo, masak dengan orang yang harus kita ikuti perintahnya dan kita tiru perilaku malah tidak penting. Karena itu wajib menurutku untuk mengetahui perjalanan hidup Rosulullah.
Secara garis besar. Peta usia Nabi Muhammad SAW dibagi menjadi 2 kelompok. Masa persiapan dan masa penugasan. Masa persiapan adalah usia Nabi dalam rentang waktu 0-40 tahun dan masa penugasan adalah 40-63 tahun.

Kalau kita lihat, masa persiapan Nabi Muhammad lebih lama ketimbang masa penugasannya. Hal ini memberi hikmah pada kita jangan terlalu tergesa-gesa. Nikmati prosesnya. Seperti ketika kita ikut event ODOP (one day one post) saat ini, kita harus sabar dan tawakal. Menulis setiap hari itu berat kawan, tapi percayalah. Hasil tidak dapat diingkari. Minimal jika dulu tulisannya acak-acakan, sekarang lumayan rapi. Jika dulu sering stack menulis karena kehabisan ide. Sekarang wajib nulis atau di "KICK". Jadi kamu harus selalu punya ide.  Tapi membangun ide juga bukan hal mudah. Alhamdulilah tadi pagi ada siroh Nabi, Selain menuliskan tentang ilmu yang aku dapat tadi. Tulisan ini juga pengingat ketika aku lupa dan insyaallah juga menjadi sumber ilmu untuk orang lain. Aamiin. 

Masa Persiapan

Masa persiapan adalah masa sebelum Nabi Muhammad SAW belum diangkat sebagai Nabi. Namun sebelum diangkat sebagai Nabi. Nabi Muhammad diutus kedunia untuk ditiru, diikuti karena cara dakwah Nabi adalah memberi contoh yang baik yang bisa diikuti oleh umatnya. 

"Tapi Nabi Muhammad diangkat sebagai nabi kan diumur 40 tahun, berarti yang kita tiru dari umur 40 tahun ya?" Wah ya ndak gitu, ketuwan yek ngenteni umur semono lagi ngetutke Nabi (Wah ya tidak seperti itu. Terlalu lama kalau seperti itu). 

Masa kecil Nabi berbeda dengan masa kecil kita. Bahkan aku yang merasa sebagai orang paling merana saja ternyata kalah merananya dengan Rosul. Tapi beliau tetap tegar. Tetap semangat dan berhasil menjalani hidup dan membangun kejayaan Islam. 

Fase masa persiapan kenabian Nabi Muhammad adalah sebagai berikut:

Kelahiran

Nabi Muhammad lahir di Mekkah sekitar tahun 570 Masehi atau pada tahun gajah. Nabi Muhammad dilahirkan oleh seorang wanita bernama Siti Aminah, dan bapaknya bernama Abdullah. Ayah Nabi Muhammad meninggal sebelum beliau lahir. Saat itu ayahnya sedang berdagang di Syam dan singgah di Madinah dalam keadaan sakit. Kemudian ayahnya wafat di Madinah. Meskipun dari kaum bangsawan Arab, namun Abdullah hanya meninggalkan warisan 5 unta dan 1 budak.

Radha'ah

Nabi Muhammad disusui dan diasuh oleh ibunda Aminah selama 2-3 hari sambil menunggu ada pengasuh yang bersedia mengasuh Nabi Muhammad. Seperti yang kita tahu. Asi pertama yang keluar memberikan banyak sekali manfaat pada anak. Selain itu, menyusui anak dengan cara konvensional memberikan bounding yang kuat antara anak dengan ibunya. Bounding itu menguatkan perasaan dan mentrasfer kasih sayang dari ibu ke anak dan sebaliknya. Meskipun belum aku pelajari secara mendalam. Namun sepertinya hal ini berpengaruh pada psikologis anak. Anak-anak generasi old lebih tahan banting ketimbang anak-anak generasi Z, selain itu adab mereka juga baik.

Pengasuhan di Bani Sa'ad

Nabi Muhammad berasal dari keluarga terpandang di Mekkah, sudah menjadi kebiasaan disitu. Setiap bayi yang lahir dari kalangan terpandang dia akan dititipkan untuk disusui oleh perempuan lain dari dusun. Biasanya ada perempuan-perempuan dari dusun yang datang ke kota untuk mencari anak yang bisa disusui. Mereka akan mendapatkan imbalan atau hadiah. 

Karena Nabi Muhammad terlahir sebagai anak yatim, banyak yang menolak untuk menyusui Nabi Muhammad, hingga ada seorang wanita dari bani sa'ad yang bersedia. Dia bernama Halimah binti Dzuain As-Sa'diyah. 

Pengasuhan di dusun ini memiliki tujuan agar bayi dapat tumbuh dengan baik. Kalau kita analogikan seperti saat sekarang. Bayangkan jika Mekkah adalah jakarta saat ini. Kehidupan kota penuh hiruk pikuk. Udaranya tidak sehat, ruang hijau yang kurang. Belum lagi wabah penyakit beraneka ragam. Selain itu di kota bahasa yang digunakan sudah tidak baku lagi. Banyak sekali yang menggunakan bahasa-bahasa tambahan atau kekinian yang mendistorsi bahasa baku. Misalnya saja "Anjay" dan "Anjrit", kenapa tidak "Asu" sekalian sih hehe.

Jadi tujuan para kaum terpandang saat itu untuk menitipkan anaknya ke dusun adalah:

  1. Kehidupan di dusun memberikan pengaruh yang baik karena kehidupannya masih asli
  2. Kehidupan di dusun sangat bagus untuk membentuk fisik dan meningkatkan kemampuan motorik. Karena dusun tempat tinggal bani Sa'ad berada di lembah-lembah  dan pegunungan.
  3. Fasih berbahasa. Bahasa Arab di Mekkah sudah terdistorsi, sangat penting bagi para pemuka Mekkah menitipkan anaknya ke dusun, supaya mereka belajar bahasa Arab yang murni.
  4. Lebih dekat dengan Alam. Dengan kehidupan desa yang asri. Nabi Muhammad menjadi dekat dengan alam dan bersyukur.

Bersama Bunda Aminah

Setelah menginjak usia 6 tahun, Nabi Muhammad dikembalikan ke pangkuan ibundanya, Aminah. Ibunda Aminah memperkenalkan Ayahnya kepada Nabi Muhammad. Bagaimana cara Siti Aminah memperkenalkan ayah Nabi, sedangkan beliau lahir dalam keadaan yatim?

Memperkenalkan sosok ayah sangat penting. Meski ayahnya sudah tiada. Seorang anak tetap harus dihadirkan sosok ayahnya. Islam memberikan beberapa contoh anak yang hidup tanpa ayah namun  tidak mengalami fenomena fatherless, misalnya kisah Nabi Ismail yang ditinggalkan oleh ayahnya Ibrahim di Mekkah dan juga kisah Nabi Muhammad. Aku pernah membahas tentang fatherless di artikel lain. Klik saja disini 

Ibunda Aminah mengajak Nabi Muhammad mengunjungi makam ayahnya di Madinah dan juga bertemu paman-pamannya. Ibunda Aminah memang berasal dari Madinah atau kala itu bernama Yastrib. 

Dalam perjalanan pulang ke Mekkah, Ibunda Siti Aminah menderita sakit keras dan meninggal di sebuah desa yang bernama Al-Abwa dan dimakamkan ditempat itu.

Pengasuhan Bersama Abdul Mutholib

Sepeninggal Ibundanya. Nabi Muhammad menjadi anak yatim piatu. Bayangkan dalam usia sebelia itu beliau sudah ditinggalkan oleh ayah bundanya. Kalau kamu nangis cuma gara-gara diputus sama pacar. Aku cuma bisa bilang "Hidup loe kurang tragis bro". 

Nabi Muhammadpun diasuh oleh Ummu Aiman dan dibawah pengawasan kakeknya Abdul Mutholib pada usia 6 - 8 tahun.
 
Masa ini adalah fase pemerhatian. Abdul Mutholib adalah orang yang sangat berwibawa dan dihormati pada masa itu. Abdul Mutholib adalah pemimpin kabilah Quraish. Hubungan mereka sangat dekat, karena Abdul Mutholib sangat menyayangi cucunya. Secara tidak langsung, Nabi Muhammad mendapatkan banyak sekali pelajaran tentang kewibawaan dan kepemimpinan dari Abdul Mutholib.

Hidup bersama Paman Abu Tholib
Pada saat Nabi Muhammad berumur 8 tahun, kakeknya Abdul Mutholib meninggal dunia. Setelah itu beliau dirawat oleh saudara kandung ayahnya. Yaitu Abu Tholib.

Pada masa ini Nabi Muhammad belajar tentang empaty. Pamannya sangat menyayangi Nabi Muhammad. Misalnya saat acara makan, Abu Thalib selalu mendahulukan Nabi Muhammad sebelum anaknya. Pada masa ini Nabi Muhammad juga diajari berbagai ketrampilan. Pada masa itu Nabi Muhammad menggembala kambing penduduk Mekkah. Gaji yang didapatnya akan diberikan ke pamannya.

Nabi Muhammad tidak pernah malu pernah menjadi penggembala kambing, bahkan beliau sangat bangga. 
“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi pun melainkan dirinya pasti pernah menggembala kambing”. Maka para Sahabat bertanya: ‘Apakah engkau juga wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Ya, Aku pernah mengembala kambing milik seorang penduduk Mekah dengan upah beberapa qirath”, riwayat Bukhari.

Pada usia 12 tahun, Paman Nabi mengajaknya berdagang ke Syam. Hikmah dari hal ini adalah pada usia 12 tahun kita harus memperkenalkan anak-anak mengenal lebih luas dunia luar. Berbagai hal ada dipasar. Ada orang baik, orang jujur, ada juga orang yang curang. Semua itu membuat anak-anak kita mengenal beragam karakter.

Pada usia 15 tahun, Nabi Muhammad sudah berperan dalam kehidupan masyarakat. Pada jaman itu Mekkah juga berperang dengan kabilah lain. Nabi Muhammad pada usia yang belia sudah ikut berperang. Tugas beliau mengambil anak panah musuh yang jatuh untuk digunakan oleh pamannya.

Tugas ini meski terlihat mudah, tapi susah. Bayangkan saja Nabi memungut anak panah diantara desingan suara anak panah. Bayankan saja umur 15 tahun Nabi sudah ikut perang, Kita lagi apa bro? Main Playstasion atau mengaji? Kalau aku sih lagi main gitar.

Pada umur 20 tahun Nabi Muhammad sudah menjadi pengusaha yang sukses. Nabi bukan hanya sukses di tingkat nasional, namun juga tingkat Internasional. Kita waktu berumur 20 tahun mungkin masih sibuk kuliah, ada juga yang sibuk bekerja atau mungkin sudah momong anak. 

Namun kesuksesan Nabi Muhammad juga disokong oleh jaringan yang sudah terbentuk sebelumnya. Yaitu jaringan-jaringan dagang yang sebelumnya dibentuk oleh kakek dan paman-pamannya.

Nabi Muhammad memiliki nasab yang mulia, Nabi Muhammad dikelilingi oleh orang-orang yang terpandang dan baik. Teman-teman Nabi Muhammad juga orang-orang yang baik. Salah satunya adalah Abu Bakar Asshidiq. 

Abu Bakar memiliki keunikan. Beliau sangat percaya dengan Nabi. Bahkan ketika beliau tahu tentang Islam dari Nabi, beliau langsung berbaiat dan mengucapkan kalimat Syahadat.

Menikah

Kematangan Nabi Muhammad  tumbuh dari tahun ke tahun. Pamannya sangat mengerti hal ini. Saat itu seorang pengusaha terkaya di Mekah yaitu khadijah sedang mencari manajer untuk tim ekspedisinya ke Syam. Abu Thalib mendatangi Khadijah untuk meminta pekerjaan tersebut untuk keponakannya. 

Nabi Muhammad memimpin ekspedisi ke Syam untuk pertama kalinya. Dia ditemani budak Khadijah yang bernama Maisaroh.

Ekspedisi dagang tersebut berhasil. Total jumlah ekspedisi perdagangan untuk Khadijah yang dipimpin oleh Nabi Muhammad sebanyak 4 kali dan semua ekspedisi tersebut sukses meraih keuntungan besar. Nabi Muhammad sukses memimpin ekspedisi karena sifat-sifatnya yang mulia. Bukan karena beliau pandai bicara seperti sales obat. 
 
Aku jadi membayangkan sosok Rasulullah saat itu. Seorang pemuda tampan, sopan dan sifat-sifat terpuji lainnya yang memiliki visi bisnis yang hebat. Jangankan Khadijah. Mungkin banyak wanita yang tertarik padanya. 

Setelah ekspedisi tersebut, Nabi Muhammad menikah dengan Siti Khadijah. Siti Khadijah setia menemani Rasulullah bahkan merelakan hartanya demi perjuangan Rasulullah. 

Berperan Di Masyarakat

Pada saat Rasullulah berusia 35 tahun mendapat julukan al amin karena beliau orang yang amanah dan dapat dipercaya. Selain itu beliau adalah seorang problem solver yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan-permasalahan di Mekah saat itu.

Tahannuts di Gua Hira

Meski sudah dipercaya dan memiliki kontribusi pada masyarakat pada saat itu. Tapi ada kegalauan dalam diri Nabi Muhammad saat itu. Aku sudah dipercaya dan banyak yang menurut pada perkataanku. Tetapi mengapa masyarakat masih begitu-begitu saja. Mereka tetap pada kejahiliyahan. Lalu bagaimana aku mengubah mereka? Mungkin hal ini yang dipikirkan oleh Nabi pada saat itu. 

Nabi Muhammad memiliki kebiasaan datang ke gua Hira dan tinggal untuk sementara waktu disana. Dalam tradisi orang Quraish mereka biasanya bertahannuts selama satu bulan. Tahannuts adalah kebiasaan bangsa Arab dimana mereka mengasingkan diri selama berhari-hari untuk menempa jiwa.

Di Gua Hira ini Nabi Muhammad diangkat oleh Allah menjadi Nabi dan Rosul dan juga mendapatkan wahyu pertama yang disampaikan melalui Jibril.

Demikian Peta Usia Nabi Muhammad SAW pada tahap persiapan. Persiapan yang panjang sudah dilakukan oleh Allah SWT untuk memunculkan Nabi Muhammad SAW menjadi tokoh pembawa Agama Islam. Fase Penugasan akan aku lanjutkan dilain cerita. Terima kasih, semoga bermanfaat.






Sumber:
  • Peta Usia Nabi Muhammad yang disampaikan dalam akademi siroh oleh ustad Taufik Al Hakim
  • https://bincangsyariah.com/khazanah/sejarah-ringkas-masa-pengasuhan-nabi/
  • https://id.wikibooks.org/wiki/Muhammad/Dari_Gembala_ke_Manajer#:~:text=Muhammad%20lalu%20tinggal%20di%20rumah,diajak%20pamannya%20berdagang%20ke%20Syam.&text=Saat%20Muhammad%20berusia%2025%20tahun,melihat%20peluang%20usaha%20bagi%20keponakannya.
  • https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052094/jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-sukses-berdagang-di-usia-25-tahun
  • sumber-sumber lainnya
  • opini pribadi


1 comment for "Peta Usia Nabi Muhammad PART 1 Fase Persiapan"

  1. Yeeey... Ada resumenya. Bisa ikut belajar. Nggak sia2 ditinggal seharian kalau dapat ilmu keren begini. Semoga bisa meneladani sosok beliau yaa.. :)

    ReplyDelete

Post a Comment