Diseminasi Informasi Kesehatan di Temu Blogger Kesehatan Semarang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

, , 10 comments


Diseminasi adalah suatu kegiatan yang ditujukan pada target kelompok atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut. Diseminasi adalah proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan dan dikelola. 

Diseminasi Informasi Kesehatan adalah tema dari kegiatan Temu Blogger Kesehatan Semarang di The Wujil (27 - 28 November 2017). Acara ini diadakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam rangka menyebarkan informasi kesehatan dan menjaring agen-agen kesehatan untuk memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat. 

Sebagai orang yang ngakunya blogger dan bekerja di rumah sakit, aku berharap bisa memberikan informasi-informasi tentang pelayanan kesehatan di sekitarku terutama lewat blog. Sebelumnya aku pernah menulis beberapa artikel tentang Universal Health Coverage . Sayangnya artikel ini ditulis dengan data yang minim. Saat itu UHC baru diterapkan 1 November dan aku belum bisa menghubungi pihak-pihak terkait. Alhamdulilah di acara ini aku dapat informasi yang lengkap banget tentang UHC dan program-program kesehatan dari pemerintah, insyaallah semua bakal di share.



Acara temu blogger kesehatan berlangsung selama 2 hari dengan jadwal yang padat merayap namun mengasikkan. Beruntung sekali aku bisa ikut terjaring menjadi salah satu peserta di acara ini. Banyak informasi-informasi pelayanan kesehatan yang aku dapatkan. Insyaallah akan menjadi artikel-artikel sendiri. Sayang kalau semua informasi dimasukkan ditulisan ini, ntar pada bosen baca artikel yang panjang, sepanjang sungai Bengawan Solo.

Hari Pertama: Kunjungan ke Puskesmas Halmahera

puskesmas Halmahera

Acara ini diawali dengan doa dan kunjungan ke Puskesmas. Ada 2 Puskesmas yang menjadi target kunjungan, yaitu Puskesmas Halmahera dan Puskesmas Gayamsari. Kami dibagi menjadi dua kelompok dan aku masuk di kelompok 2. Puskesmas yang dikunjungi oleh kelompok 2 adalah puskesmas Halmahera yang berada di Jl. Halmahera Raya N0. 39 Kel.Karangtempel, Semarang 

Kalau kamu membayangkan Puskesmas adalah fasilitas kesehatan dengan tempat dan fasilitas yang minim, maka bisa dipastikan kamu pasti generasi 80-han seperti aku :). Soalnya pertama kali mau diajak ke puskesmas, bayangan yang ada dikepalaku seperti itu. Tempatnya kecil, cuma ada 1 dokter, 1 klinik, 1 perawat, 1 rekam medis dan beberapa petugas. Ternyata pelayanan puskesmas sudah berkembang dan semakin lengkap. Bahkan Puskesmas Halmahera sudah dilengkapi dengan fasilitas gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, farmasi,laboratorium dan persalinan.

Layanan UKP tingkat pertama di Puskesmas Halmahera

  1. Rawat jalan
  2. Pelayanan Gawat Darurat
  3. Pelayanan Satu Hari (One Day Care)
  4. Rawat Inap
  5. Rawat Inap Bersalin PONED
  6. Homecare

Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED)/Persalinan

Puskesmas Halmahera merupakan salah satu puskesmas di kota Semarang yang memiliki fasilitas pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED)/pelayanan persalinan yang cukup lengkap. PONED adalah salah satu layanan unggulan yang terkenal di PUSKESMAS Halmahera, sampai-sampai puskesmas ini dikenal sebagai puskesmas bersalin. Bahkan ada beberapa pasien yang berada dari luar area pelayanan Puskesmas Halmahera yang datang bersalin disini.

Tujuan
  1. Agar setiap ibu dan bayi yang mengalami gawat darurat mendapat perawatan / pertolongan sebaik-baiknya.
  2. Menjalin kerjasama antara unit yang belum lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya.
  3. Membuat jaminan akses pelayanan rujukan kasus-kasus gawat darurat ke unit yang lebih lengkap / mampu.
  4. Menjamin pelimpahan pengetahuan dan ketrampilan melalui jawaban rujukan.  
Sarana  


Hari Pertama: Pelayanan Kesehatan Kota Semarang

 Visi Kota Semarang
“Semarang sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang HEBAT menuju masyarakat semakin sejahtera”

Visi Dinas Kesehatan Kota Semarang 
“Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kota Semarang Terbaik Se-Jawa Tengah Tahun 2021”

Pemerintah kota Semarang melalui dinas-dinasnya terutama Dinas Kesehatan Kota Semarang selalu berusaha untuk mewujudkan visi Kota Semarang dan visi Dinkes Kota Semarang. 
Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pembangunan fasilitas kesehatan dan pusat kesehatan masyarakat di kota Semarang. Berikut ini data-data fasilitas kesehatan di Kota Semarang:

Rumah Sakit Umum  : 19
Rumah Sakit Khusus : 7
Puskesmas                : 37
Puskesmas Pembantu: 38
Klinik Pratama          : 273
Klinik Utama            : 41
Dokter Praktek        : 2258
*data dari dinkes kota semarang 2017

PUSKESMAS
Sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat. Puskesmas memegang peranan penting dalam pelayanan kesehatan pada masyarakat. Jenis pelayanan di puskesmas antara lain:
  • Pemeriksaan Umum
  • Pemeriksaan Kesehatan Gigi
  • Pemeriksaan Balita Sakit
  • Pemeriksaan Kesehatan Ibu dan Anak
  • Farmasi
  • Laboratorium
  • Layanan Inovasi: Klinik VCT, Rehabilitasi Narkoba, Klinik Kesehatan Tradisional
*Layanan Inovasi hanya ada di puskesmas-puskesmas tertentu.

Ambulance HEBAT
Selain layanan Puskesmas, Pemerintah Kota Semarang juga menyediakan Ambulance HEBAT. Ambulance HEBAT adalah layanan ambulance gratis bagi warga yang membutuhkan pelayanan ambulance atau ketika mengalami keadaan:
  1. Kegawatdaruratan Medis
  2. Kegawatdaruratan Kehamilan
  3. Kecelakaan

Untuk menghubungi ambulance HEBAT , masyarakat dapat menghubungi call center 1500-132


layanan ambulance HEBAT

Hari Pertama: UHC (UNIVERSAL HEALTH COVERAGE)

UHC adalah wujud komitmen PEMKOT Semarang dalam memberikan pelayanan Kesehatan pada warganya. Dengan UHC maka semua warga dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan gratis melalui BPJS. Syaratnya cukup mudah. Calon peserta UHC harus warga kota Semarang dan berdomisili di Semarang minimal selama 6 bulan dengan menunjukkan KTP dan KK Kota Semarang sebagai bukti dan bersedia ditempatkan di kelas 3. 
For your Information, yaelaaah bahasanya kekiniaan. Karena warga kota Semarang yang mendaftarkan diri ke program UHC sangat banyak. Hal ini menyebabkan proses antrian pendaftaran UHC menjadi panjang.
Padahal sebenarnya pendaftaran UHC bisa dilakukan kapan saja selama program ini masih ada. Saya menyarankan lebih baik mendaftar pada waktu membutuhkan pelayanan kesehatan, misalnya saat kamu mau menginap di rawat inap. Karena pendaftar yang sedang dirawat inap akan menjadi prioritas utama.

Info lebih lengkap tentang UHC yang lebih lengkap bisa membaca di artikelku : 

Hari Pertama: UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU

Semua pasti setuju angka kematian ibu harus dikurangi atau tidak ada kasus sama sekali. Mengapa? Karena kematian ibu biasanya juga diikuti dengan kematian bayi. Dinas Kesehatan Kota Semarang berupaya keras melalui unit-unit kerja dibawahnya untuk menekan angka kematian ibu lewat edukasi, pendampingan dan pelayanan di Puskesmas, Bidan maupun Rumah Sakit.

sumber: Dinkes Kota Semarang


Dilihat dari trend diatas, Berkat kerja keras Dinas Kesehatan, Pemerintah dan masyarakat, angka kematian Ibu semakin tahun semakin berkurang, namun masih tetap ada. Hal ini menunjukkan masih banyak yang harus dilakukan untuk menekan angka kematian Ibu. Salah satu upayanya adalah dengan mengedukasi dan melakukan pendampingan pada masa kehamilan, melahirkan hingga masa nifas (pra melahirkan).  

WASPADAI MASA NIFAS

Wanita yang baru selesai melahirkan akan memasuki masa nifas. Masa ini dimulai ketika wanita telah mengeluarkan plasenta dan berlanjut hingga beberapa minggu kemudian. Masa nifas pada umumnya berlangsung sampai enam minggu setelah melahirkan. Pada masa nifas pada tubuh wanita terjadi perubahan, yaitu adaptasi pada masa kehamilan dan melahirkan sampai berangsur-angsur kembali lagi ke keadaan sebelum melahirkan.

chart: informasi kasus kematian Ibu berdasarkan Status OBSTETRI. sumber: dinkes Kota Semarang
Kasus kematian Ibu pada masa nifas jumlahnya paling banyak selain kasus kematian pada saat hamil. Bahkan pada tahun 2017 periode januari - November tidak ada kasus kematian ibu pada saat persalinan. Hal ini menandakan masa kritis Ibu adalah pada saat hamil dan nifas.  Kasus kematian Ibu paling banyak berada pada masa nifas.
Banyak ibu-ibu  yang tidak menyadari bahwa setelah masa persalinan mereka butuh istirahat dan makan yang cukup dan bergizi untuk memulihkan keadaan tubuhnya. Banyak diantara mereka yang setelah melahirkan langsung melakukan aktifitas sehari-hari dan menghiraukan keluhan-keluhan kesehatan seperti pusing, mual dan sebagainya. Padahal bisa jadi keluhan-keluhan yang mereka anggap ringan ini malah membahayakan kesehatan. 

PERMASALAHAN KESEHATAN IBU DI KOTA SEMARANG

Beberapa permasalahan kesehatan ibu dikota Semarang adalah sebagai berikut:
  1. Unmet Need
    Unmet Need adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang telah menikah dan tidak haid, tidak menginginkan kehadiran anak atau ingin menunda kehadiran anak, tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi.
  2. Kurangnya kesadaran Ibu Hamil terhadap gejala kesehatan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin.
  3. Hamil diusia sangat muda.
  4. Jumlah anak yang banyak dan hamil dalam waktu yang berdekatan dengan kelahiran anak sebelumnya.

Hari Pertama: GERAKAN MASYAKARAT HIDUP SEHAT

Saat ini terjadi perubahan pola penyakit terkait dengan faktor perilaku. Pada tahun 90-an, pola penyakit terbanyak terkait dengan sanitasi yang buruk. Makin lama pola ini berubah. Pada saat ini, prosentase antara penyakit menular dan penyakit tidak menular sama besarnya. Hal inilah yang menjadi dasar perlunya gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Gaya hidup kekinian yang serba praktis dan serba lezat membuat penyakit-penyakit tidak menular semakin populer. Perlu diketahui, penyakit tidak menular seperti jantung, kanker, diabetes, hipertensi dan sebagainya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Contohnya merokok, kebanyakan makan gorengan, makanan berkolesterol tinggi dan lain sebagainya.

PARADIGMA SEHAT

Saat ini kira-kira ada 70% penduduk Indonesia yang sehat dan 30% yang sakit. 30% penduduk yang sakit ini ditangani oleh banyak lembaga/bagian. Ada lembaga pemerintah seperti: dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit maupun swasta. Sedangkan yang 70% hanya diurusi oleh 37 puskesmas. Jumlah puskesmas yang tidak sepadan dengan jumlah penduduk membuat edukasi dan pengawasan kesehatan tidak maksimal. Untuk itu perlu adanya gerakan masyarakat sehat di Indonesia.

  1. PARADIGMA SEHAT mengedepankan PROMOTIF PREVENTIF dalam upaya kesehatan serta memberdayakan masyarakat dalam BERPERILAKU SEHAT, yang dilakukan secara KONSISTEN dan BERKESIMBUNGAN
  2. PARADIGMA SEHAT memposisikan KESEHATAN SEBAGAI HASIL dari aktivitas sehari-hari, bagian utama dari suatu GERAKAN KESEHATAN MASYARAKAT

GERAKAN MASYARAKAT SEHAT Gernas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat
untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dasar Dasar gerakan GERMAS adalah instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017

Tujuan
  1. Kesehatan Terjaga
  2. Lingkungan Bersih
  3. Produktif
  4. Biaya Berobat Berkurang

Fokus Kegiatan
  1. Melakukan Aktivitas Fisik
  2. Konsumsi Sayur dan Buah
  3. Memeriksa Kesehatan Secara Berkala


mewujudkan germas

Hari Pertama: Test Kesehatan
Sebagai agen Gerakan Masyarakat Sehat, tentunya kita juga harus sehat. Pada Malam pertama kegiatan kami, diadakan test kesehatan pada seluruh peserta temu blogger. Test yang dilakukan adalah test tensi, gula darah dan kolesterol. Dibawah ini aku uraikan hasil test kesehatanku.

Tensi          : 150/104
Gula Darah: 103 Nilai Rujukan: < 140 mg/dl
Kolesterol : 207 Nilai Rujukan: < 200 mg/dl

Ternyata ada dua hasil yang kurang baik.
  1. Kolesterol: Nilai kolesterolku terpaut sedikit dengan nilai rujukan. sehingga tidak membutuhkan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, cukup dengan mengurangi penyebab kolesterol dan rajin berolah raga (ini yang susah).
  2. Tensi Darah: Nah ini yang agak parah, nilai rujukan tensi darah normal adalah < 130, sedangkan tensiku 150.
    Sebenarnya aku sudah tahu kalau tensiku setinggi ini, dari 1 bulan yang lalu aku sudah melakukan cek tensi secara rutin (di kantorku ada alat untuk memeriksa tensi elektronik).
    Dan karena tensi ini juga aku berniat memperbaiki gaya hidupku yang kurang sehat. Salah satunya adalah Berhenti Merokok. Namun merokok hanya salah satu penyebab. Masih ada penyebab lain seperti: over weight alias kelebihan berat badan, kurang aktivitas gerak, kurang sayur dan buah dan juga gemar makan gorengan.
    Saat ini aku sudah mulai mengurangi makan gorengan,  mulai makan sayur dan berolah raga kalau kebetulan bisa bangun pagi.


Hari Kedua: Test Kebugaran Jantung-Paru


siap-siap test Rockpot

Pada hari kedua ini dilakukan test kebugaran jantung-paru dengan cara ROCKPOT untuk mengukur kebugaran jantung-paru. Mengapa menggunakan test Rockpot?
  • Dapat dijadikan panduan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran jantung-paru.
  • Dapat dilakukan perorangan atau kelompok.
  • Relatif aman bagi orang yang memiliki resiko penyakit.
  • Mudah dilakukan dan tidak memerlukan alat khusus.
  • Sederhana, hanya membutuhkan lintasan datar sepanjang 1,6 km, alat pencatat waktu dan sepatu untuk menghindari cidera.
  • Dilakukan hanya dengan berjalan cepat atau berlari secara konstan.



Cara melakukan Test kebugaran jantung-paru dengan cara Rockpot

  •  Tunggu artikel selanjutnya yang akan membahas tentang cara Rockpot :P

Hari Kedua: Blogger Sebagai Buzzer Kesehatan

Materi Blogger diisi oleh salah satu blogger kondang,  mas Danang. Judul yang dibawakan agak provokatif, yaitu Blogger sebagai buzzer kesehatan.
Selama ini kita sering menganggap buzzer sebagai hal yang kurang baik. Contohnya buzzer politik. Orang yang mencuit menaikkan rating demi mendapatkan bayaran. Namun disini kita tidak sedang membicarakan bayaran. Banyak sekali informasi-informasi kesehatan yang tidak tersampaikan oleh masyarakat karena kurangnya akses terhadap informasi-informasi tersebut. Dengan kekuatan blogger, informasi-informasi tersebut bisa tersalurkan.

Mengapa penyebaran informasi lewat blog sangat efektif:
  • Informasi selalu ada. Selama blognya masih aktif dan artikelnya tidak dihapus. Informasi ini bisa diakses kapan saja.
  • Bisa diakses dimana saja. Perkembangan gadget yang makin canggih, memudahkan orang/pembaca membuka blog dimana saja.
  • Memiliki pembaca setia (visitor). Setiap blogger pasti punya pembaca. Pembaca-pembaca inilah yang akan menjadi target informasi-informasi yang disebarkan oleh penulis. 

Dengan kekuatan dan kesaktian blogger. Diharapkan Blogger dapat memberikan informasi kesehatan pada masyarakat dan mengajak masyarakat menerapkan hidup sehat.

Kalau ada yang belum tahu blognya mas danang bisa cek disini www.dhave.id


Demikian catatanku selama 2 hari mengikuti acara temu blogger kesehatan yang diadakan oleh Dinkes Kota Semarang.

Acaranya sangat seru dan penuh gizi, baik gizi di perut maupun gizi ilmunya. Seperti yang aku tulis diatas, Insyaallah materi-materinya akan aku share lebih detail di blog ini secara bertahap. Terima kasih sudah membaca dan semoga bisa mengispirasi.

SALAM GERMAS
Sehat, Bugar, Produktif


Photo credits:
Peserta temu blogger
Portal pemkot semarang (logo germas, UHC)
Slide/Materi temu blogger 

10 comments:

  1. Terima kasih sudah mampir mas, hehe acaranya kan padat & menarik,sampai bingung yg mau ditulis apa saja

    ReplyDelete
  2. Kompleeet yaa,,Makasih sharingnya Mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru kali ini nulis sepanjang ini. Nganti ngantuk2 tapi tangane ora iso mandek. Matur suwun sudah mampir

      Delete
  3. Semoga niatnya berhenti merokok terlaksana. Amiiin

    ReplyDelete
  4. Artikelnya lengkap banget mas... mantap! :D

    ReplyDelete
  5. Om martin ulasannya detail sekali. Mantab.

    ReplyDelete